Bayi Gajah Betina Lahir Sehat di PKG Padang Sugihan, Berat 89 Kilogram

11 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Seekor bayi gajah betina lahir dalam kondisi sehat di Resor Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21, Padang Sugihan, Sumatera Selatan.

Anak gajah ini memiliki berat sekitar 89 kilogram dan langsung menunjukkan respons kuat pascakelahirannya. Tidak lama setelah berada di tanah, ia mampu berdiri sendiri dan menyusu pada induknya, Ronika sebagai tanda awal yang menegaskan bahwa kondisinya stabil dan kuat.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Bayi gajah tersebut merupakan keturunan dari pasangan Ronika dan seekor gajah jantan bernama Gapula. Keduanya kini berada dalam kondisi baik.

Proses bonding antara induk dan anak juga mulai berkembang secara alami, yang menjadi indikator penting dalam kelangsungan hidup satwa dilindungi ini.

- Advertisement -

Kabar kelahiran itu disampaikan melalui unggahan resmi Balai KSDA Sumatera Selatan di akun Instagram @bksda_sumsel.

“Halo #sobathijau #kancerimbe. Ada kabar bahagia nih dari Resor PKG Jalur 21 Padang Sugihan! Telah lahir satu individu bayi gajah dengan kondisi sehat. Beratnya 89 kg, langsung bisa berdiri dan menyusu pada induknya, Mama Ronika,” tulis BKSDA Sumsel dalam pengumumannya seperti dikutip oleh Holopis.com, Sabtu (6/12).

Mereka juga menegaskan bahwa pemantauan intensif dilakukan selama 24 jam oleh tim dokter hewan dan para mahout yang dipimpin Bapak Disman.

Pengawasan mencakup kecukupan nutrisi Ronika, kondisi kesehatan sang bayi, hingga proses tumbuh kembang yang harus berjalan optimal.

“Saat ini keduanya dalam kondisi yang baik, dan tim kami di lokasi akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan proses tumbuh kembangnya berjalan optimal,” lanjutnya.

Dalam unggahan itu, BKSDA turut menuliskan catatan bernada ceria, yang mengumumkan bahwa akan lebih banyak anak gajah yang berada dalam naungan mereka di sana.

“Wah si Espen sebentar lagi akan punya temen main nih,” tutup unggahan tersebut merujuk pada anak gajah lain yang lebih dulu dirawat di lokasi tersebut.

Kelahiran ini menjadi kabar menggembirakan bagi dunia konservasi, mengingat gajah Sumatera masih berstatus terancam punah.

Setiap kelahiran baru di pusat konservasi seperti Padang Sugihan memperkuat upaya menjaga populasi dan memastikan keberlangsungan satwa karismatik ini di habitat alaminya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
11 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis