Fenomena Langka Siklon Senyar Dekat Ekuator Picu Banjir Bandang Sumatera

18 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTABencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Sumatera. Lebih dari 600 korban jiwa menjadi korban bencana dahsyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Akademisi yang juga dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan menilai kondisi cuaca belakangan ini termasuk di Sumatera tergolong tidak biasa. Ia mengatakan fenomena yang terjadi di Sumatera dipicu oleh siklon tropis yang terbentuk sangat dekat dengan garis ekuator. Menurut dia, fenomena itu jarang muncul.

- Advertisement -

“Tahun ini agak menarik perhatian para meteorologis karena siklon tropis terjadi di dekat ekuator, bahkan di bawah lintang 5 derajat,” kata Sonni, dalam analisanya yang dikutip Holopis.com dari laman resmi IPB, pada Rabu, (3/12/2025).

Dia menyebut fenomena ini dikenal sebagai Siklon Tropis Senyar. Sonni mengatakan pergerakan siklon itu interaksinya diperkuat oleh beberapa sistem atmosfer lain seperti gelombang Ekuatorial Rossby, Indian Ocean Dipole (IOD), hingga La Nina.

- Advertisement -

“Ada interaksi menarik antara Siklon Tropis Senyar, gelombang Ekuatorial Rossby, Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 6 di Pasifik Barat tropis, IOD, serta La Niña yang intens karena termodulasi aktivitas sunspot,” jelas Sonni.

Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumut._HOLOPIS
Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumut. Foto: Dok. Basarnas

 

Sonni menuturkan IOD merupakan fenomena iklim di Samudra Hindia yang bisa memengaruhi cuaca di Indonesia. Lalu, fenomena La Nina biasanya terjadi saat musim hujan yang memicu peningkatan curah hujan secara signifikan

Dijelaskan Sonni, La Nina dan IOD ditandai dengan menghangatnya suhu muka laut sehingga memberikan pasokan uap air yang berlimpah. Kondisi itu dinilai jadi pemicu awal terbentuknya depresi tekanan yang kemudian bisa berkembang menjadi bibit siklon. Lalu, pada akhirnya tumbuh menjadi siklon tropis.

Pun, ia menambahkan dengan kehadiran gelombang Rossby Ekuator dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang terjadi di lapisan troposfer di wilayah tropis bisa menguatkan konvergensi dalam fasa genesis Siklon Tropis.

Lebih lanjut, dia menuturkan kombinasi itu membentuk awan-awan Cumulonimbus dalam jumlah besar. Selanjutnya, memicu hujan ekstrem berkepanjangan di Sumatera. “Hujan dapat berlangsung lebih dari 24 jam,” tutur Sonni.

Kemudian, di saat bersamaan, wilayah Indonesia juga berada dalam pengaruh bibit siklon dan Siklon Tropis Fina. Kondisi itu berisiko memunculkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang meningkat.

“Siklon tropis merupakan gangguan atmosfer berskala sinoptik yang dapat memicu bencana hidrometeorologi di wilayah yang dilaluinya, terutama dalam durasi harian di kawasan tropis,” jelasnya.

Sonni menuturkan dalam kondisi normal, pembentukan Siklon Tropis biasanya mengikuti pergerakan matahari. Ia mencontohkan jika matahari berada di Belahan Bumi Utara (BBU), Siklon Tropis lebih banyak terjadi di utara. Lalu, ketika bergeser ke selatan, potensi bencana hidrometeorologi pun berpeluang lebih dominan terjadi di wilayah selatan.

“Namun tahun ini anomali muncul karena pembentukan terjadi sangat dekat ekuator,” kata Sonni.

Dia juga menyampaikan meski Indonesia bukan jalur utama yang rawan Siklon, dampaknya tetap signifikan. “Dampaknya memang tidak sebesar daerah di luar batas lintang tersebut. Tapi, potensi hujan ekstrem dan angin kencang tetap perlu diwaspadai,: ujar Sonni.

Sonni menekankan fenomena Siklon Tropis dekat ekuator ini juga dinilainya jadi catatan penting bagi sains meteorologi Indonesia. Apalagi dengan insiden bencana yang sudah terjadi di sebagian wilayah Sumatera.

Menurut dia, pemantauan satelit dan kajian lebih mendalam diperlukan. Harapannya masyarakat bisa diberi edukasi sehingga lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi dalam konteks perubahan iklim global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
18 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis