HOLOPIS.COM, BANDUNG — Getaran bambu kembali menghangatkan Bumi Parahyangan. Saung Angklung Udjo (SAU) merayakan Hari Angklung Sedunia dengan sangat meriah melalui acara bertajuk “Wonderful Angklung in Harmony” yang diselenggarakan di Udjo Ecoland, Bandung, pada Minggu, 30 November 2025.
Acara ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momen bersejarah dengan diresmikannya Angklung Living Museum, sebuah destinasi wisata budaya baru yang menawarkan pengalaman mendalam tentang alat musik warisan dunia ini.
Perayaan ini menandai 15 tahun sejak UNESCO menetapkan angklung sebagai Warisan Budaya Dunia Tak-Benda (Intangible Cultural Heritage) pada 16 November 2010. Penetapan yang telah melambungkan nama Indonesia di kancah global.
“Angklung telah 15 tahun mendunia, dan ini adalah kebanggaan bersama. Budaya harus menjadi kekuatan besar bangsa kita. Dengan adanya Angklung Living Museum, kami berharap alat musik bambu ini terus dilestarikan oleh generasi penerus,” ujar Prof. Agus Mulyana, Direktur Sejarah dan Permuseuman, mewakili Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.
“Wonderful Angklung in Harmony” jauh dari sekadar pertunjukan musik. Acara ini dirancang sebagai festival budaya yang imersif. Di panggung utama, para tamu disuguhi aransemen angklung yang memukau, mulai dari sentuhan tradisional, kontemporer, hingga musik modern.
Namun, daya tarik sesungguhnya terletak pada aktivitas di luar panggung yang menonjolkan keunikan budaya lokal. Pengunjung dapat menikmati sensasi bernostalgia di Pasar Rakyat atau terlibat langsung dalam Permainan Tradisional hasil kolaborasi apik dengan Komunitas Hong.
Kehadiran seni pertunjukan lain seperti Babarongan dan Kuda Lumping menambah kekayaan visual dan interaktif acara. Pemandangan ibu-ibu dan anak-anak yang memainkan angklung bersama menjadi simbol nyata dari regenerasi dan harmoni.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menekankan bahwa acara ini adalah momentum emas untuk memperkenalkan pesona angklung kepada wisatawan, terutama generasi muda, sekaligus memperkuat diplomasi budaya Jawa Barat.
Puncak acara yang paling dinanti adalah peresmian Angklung Living Museum. Destinasi baru ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan konservasi angklung, di mana pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga berpartisipasi dan memahami proses pembuatan hingga filosofi di balik alat musik bambu ini.
Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa dan Direktur Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo, disaksikan oleh seluruh tamu undangan.
“Ngagungkeun angklung, ngahudangkeun jagat (Memuliakan angklung, membangkitkan dunia). Semoga harmoni yang lahir dari bambu ini terus bergema, menguatkan identitas Jabar, dan menginspirasi dunia,” tutup Kadisparbud Jabar, mengundang para wisatawan untuk segera mengunjungi permata budaya terbaru di Bandung ini.


