Sabtu, 21 Feb 2026
BREAKING
Sabtu, 21 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Menkeu Pastikan Kecukupan Dana Darurat–Rehabilitasi Bencana di Sumatera

7 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kecukupan dana untuk penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Kepastian itu ia sampaikan sebagai respons atas sorotan publik terkait penurunan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam beberapa tahun terakhir.

- Advertisement -

Purbaya menegaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk tahap rehabilitasi pascabencana pun telah diantisipasi pemerintah.

“Cukup kita (uangnya). Termasuk untuk rehabilitasi nanti juga sudah kita siapkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/12/2025) dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Ia menambahkan, pemerintah bahkan siap menambah anggaran BNPB, apabila situasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membutuhkan alokasi tambahan.

Hal tersebut menyusul kondisi anggaran BNPB yang terus menyusut dari tahun ke tahun, sementara intensitas bencana alam di Indonesia tetap tinggi.

Menurutnya, badan penanggulangan bencana tersebut masih memiliki dana siap pakai.

“Anggaran BNPB itu masih ada sekitar Rp500 miliar lebih di BNPB yang siap. Terus kalau nanti butuh dana tambah, kita siap juga menambah, dan sudah ada di anggarannya,” kata Purbaya.

Ia menegaskan bahwa kapasitas fiskal pemerintah berada dalam kondisi aman dan dapat dioptimalkan sewaktu-waktu untuk penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.

“Kan Anda tahu saya kaya. Tapi uang kami cukup,” ucapnya seraya melempar guyonan.

Ketika ditanya dari pos mana tambahan anggaran akan diambil, Purbaya menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari alokasi khusus untuk situasi darurat bencana.

Mekanisme pencairannya akan tetap mengikuti prosedur pengajuan dari BNPB, termasuk untuk kebutuhan perlindungan sosial bagi para korban.

“Yang jelas, saya lupa konteksnya. Kayaknya anggara darurat bencana ada, gitu. Dan tinggal BNPB mengajukan ABT (anggaran belanja tambahan) ke kita, nanti kita proses,” jelasnya.

Meski pemerintah menyatakan kesiapan menambah anggaran, data Nota Keuangan menunjukkan tren penurunan anggaran BNPB dalam beberapa tahun terakhir.

Pada RAPBN 2026, alokasi BNPB hanya Rp491 miliar, jauh lebih kecil dibanding APBN 2025 yang mencapai Rp2,01 triliun. Penurunan serupa tercatat sejak 2024 sebesar Rp4,92 triliun, 2023 sebesar Rp5,43 triliun, dan 2022 sebesar Rp5,05 triliun.

Anggaran tertinggi BNPB justru terjadi pada masa pandemi Covid-19, yaitu Rp11,78 triliun pada 2020.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
7 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru