Tani Merdeka Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyerukan gerakan kemanusiaan lintas daerah untuk membantu warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Melalui gerakan Tani Merdeka, ia menegaskan bahwa solidaritas nasional harus hadir bukan hanya lewat doa, tetapi juga aksi nyata.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Sudaryono menekankan bahwa musibah yang menimpa Sumatera bukan sekadar informasi semata, melainkan penderitaan yang dialami keluarga sebangsa.

“Saudara-saudara kita di Sumatera sedang diuji cobaan berat. Banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan cuma berita, tapi derita keluarga kita sebangsa,” ujarnya, dikutip Holopis.com dari unggahan di akun Instagramnya, Senin (1/12/2025).

- Advertisement -

Ia menambahkan bahwa kesedihan tidak akan mengubah apa pun tanpa diikuti tindakan konkret. “Prihatin melihat kondisi di sana, tapi kesedihan saja tidak akan mengubah keadaan kalau tidak diikuti tindakan,” kata Sudaryono.

Sebagai bentuk kepedulian, Tani Merdeka telah membuka donasi untuk mendukung warga yang terdampak. Hingga saat ini, dana yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp300 juta.

“Tani Merdeka tidak mau diam saja menonton. Kita sudah buka donasi dan alhamdulillah saat ini sudah terkumpul dana sekitar 300 juta rupiah,” ungkapnya.

Dana tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dan segera disalurkan ke titik-titik bencana yang paling membutuhkan.

Sudaryono memastikan bahwa penyaluran bantuan akan dilakukan secepat mungkin, meski akses lapangan banyak yang terputus.

“Saya paham medannya sulit dan akses banyak yang terputus. Tapi prinsip kita bantuan harus sampai ke tangan warga terdampak, bagaimanapun caranya,” tegasnya.

Jika tim lapangan tidak dapat menembus lokasi tertentu, Tani Merdeka akan memanfaatkan jaringan lokal yang siap membantu distribusi bantuan.

“Kalau tim kita tidak bisa tembus, kita titipkan lewat saluran lokal yang siap di sana. Yang penting kebutuhan mereka aman, bukan soal bendera siapa yang mengantar,” jelas Sudaryono.

Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan ajang pencitraan, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama.

“Ini murni panggilan kemanusiaan, bukan ajang cari muka. Saat saudara sebangsa menderita, haram hukumnya kita cuma jadi pelihat,” tegasnya.

Sudaryono pun mengajak masyarakat luas untuk ikut terlibat dalam meringankan beban warga Sumatera.

“Mari ulurkan tangan, sisihkan rezeki, dan bantu ringankan beban mereka sekarang juga,” serunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis