HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia setelah aktor Gary Iskak dikonfirmasi meninggal dunia akibat kecelakaan motor. Informasi tersebut mencuat setelah komedian Ade Jigo membagikan video kecelakaan yang diduga melibatkan mendiang Gary.
“Sekitar jam 12.30 malam saya dapat info di WA grup bahwa Bang Gery kecelakaan motor,” ucap Ade Jigo kepada wartawan, dikutip Holopis.com, Minggu (30/11).
Kepergian Gary meninggalkan duka bagi rekan sesama artis dan para penggemarnya.
Untuk mengenang kontribusinya, ini dia perjalanan karir dan film-film populer Gary Iskak.
Awal Karier Gary Iskak dan Debut di Layar Lebar
Debutnya dimulai lewat film Bintang Jatuh (2000) karya Rudi Soedjarwo. Pada film itu, ia langsung dipertemukan dengan aktor-aktor besar seperti Marcella Zalianty, Dian Sastrowardoyo, dan Indra Birowo. Peran perdananya ini membuka pintu bagi karier panjangnya di dunia perfilman.
Setelah tampil di film pertamanya, Gary semakin aktif membintangi berbagai judul pada awal 2000-an. Ia hadir dalam film seperti Tragedi (2001), Ada Apa dengan Cinta? (2002), Mati Penasaran (2002), dan Rumah Ketujuh (2003). Meskipun sering dipercaya sebagai pemeran pendukung, keterlibatannya dalam berbagai film populer membuat namanya semakin dikenal publik.
Masa Keemasan dan Pengakuan Industri Film Indonesia
Gary semakin menegaskan dirinya sebagai aktor yang fleksibel lewat berbagai proyek drama urban dan percintaan remaja, seperti 30 Hari Mencari Cinta (2004), Ungu Violet (2005), Jatuh Cinta Lagi (2006), dan Merah Itu Cinta (2007). Perannya di era tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu aktor pendukung yang paling mencuri perhatian.
Titik balik penting dalam karier Gary hadir lewat aktingnya dalam D’Bijis (2007). Perannya sebagai Bule membuatnya meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Indonesian Movie Actors Awards 2007. Ia juga memenangkan Best Actor dari Indonesia Film Critics Society berkat penampilannya dalam Merah Itu Cinta. Prestasi tersebut menandakan pengakuan industri bahwa kualitas aktingnya tidak kalah dari pemeran utama.
Kiprah di Era Modern dan Konsistensinya di Dunia Hiburan
Meski perfilman Indonesia mengalami banyak perubahan, Gary tetap stabil berkarya. Ia tampil di film-film era modern seperti Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) dan Teachers (2021). Selain aktif di layar lebar, ia juga membintangi sinetron sejak 2001, berperan dalam berbagai FTV, dan tampil di serial web seperti Mami Kost dan Twisted. Kariernya turut merambah dunia musik lewat penampilan di video klip “Risalah Hati” milik Dewa 19 dan ‘Bila Salah’ dari Rossa.
Gary Iskak dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Istri Gary Iskak, Richa Novisha, pun tampak lemas dan menangis saat mengantarkan jenazah suaminya. Gary Iskak dimakamkan sesudah Ashar, pada Sabtu (29/11) pada Sabtu kemarin.


