Bahlil Akan Tindak Semua Perizinan Tambang Ilegal Perusak Alam
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia menyatakan, bahwa saat ini perlu langkah konkret untuk menata kembali regulasi dan perizinan yang berkaitan dengan sektor pertambangan.
Hal ini disampaikan untuk merespons adanya kasus bencana ekologis yang terjadi di sejumlah kawasan di Pulau Sumatera, termasuk di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Bagi Golkar, sekarang adalah sudah saatnya untuk melakukan penataan kembali terhadap semua sistem regulasi yang terkait dengan usaha, yang ada kaitannya dengan lingkungan pertambangan," kata Bahlil saat menghadiri Musda XI Partai Golkar Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025).
Ia sebagai Menteri ESDM pun berjanji akan memastikan bahwa semua pelaku usaha tambang tanpa izin yang berkaitan langsung dengan kelestarian alam bakal ditindak.
Karena bagi Bahlil, pertembangan yang berjalan wajib benar-benar memperhatikan tata kelola alam yang ramah lingkungan. Jangan sampai aktivitas mereka justru berdampak pada bencana alam yang merugikan masyarakat.
"Saya khususnya di sektor pertambangan akan melakukan tindakan langkah-langkah yang terukur untuk bagaimana bisa menjaga pengelolaan tambang yang ramah lingkungan," tegasnya.
Dalam waktu dekat, dirinya akan menginstruksikan kepada seluruh kader Partai Golkar khususnya yang ada di wilayah terdampak bencana untuk turun langsung membantu masyarakat.
"Sebentar kami akan rapat dan memberikan instruksi kepada teman-teman pengurus daerah yang kena bencana untuk bisa turun ke lapangan," tutur Bahlil.
Sementara terkait dengan dugaan bahwa bencana longsor dan banjir yang melanda sejumlah kawasan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat adalah akibat aktivitas tambang ilegal, Bahlil tak bisa menjawab pasti, sehingga ia meminta waktu untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
"Nanti kita cek," pungkasnya.
Jumlah Korban Bencana Alam di Sumatera
Sekadar diketahui Sobat Holopis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia imbas banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 303 orang sampai Sabtu (29/11) sore.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan korban meninggal paling banyak berasal dari Sumatra Utara (Sumut) dengan 166 korban jiwa.
"Saya akan uraikan dari Sumut, korban jiwa yang kemarin 116 korban jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," ucap Suharyanto.
Suharyanto kemudian mengungkap jumlah korban meninggal bencana di wilayah Aceh, yang mencapai 47 korban jiwa.
"Aceh kondisinya per sekarang ada penambahan korban. Untuk pertama korban jiwa ada 47, 51 masih hilang, dan delapan luka-luka. Data ini masih akan berkembang terus, karena ada beberapa pencarian pertolongan dari satgas gabungan ini menemukan korban," ucap Suharyanto.
Korban meninggal dunia Sumbar meningkat setelah ada tambahan korban dari Kabupaten Agam yang mencapai 74 orang meninggal dunia.
"Untuk jumlah korban, untuk Padang [Sumbar] ini meningkat. Jadi sekarang nomor dua setelah Sumut, ini korban jiwa ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka," kata Suharyanto dalam konferensi pers.
Dengan demikian total korban jiwa bencana Sumatra hingga Sabtu sore ini adalah 303 korban jiwa dengan rincian: 166 di Sumut, 90 di Sumbar, dan 47 di Aceh.