HOLOPIS.COM, BALI – Sebuah gerakan multigenerasi yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal, Nyanyi Bali, telah memetakan jalannya sendiri. Grup yang dikelola penuh oleh keluarga asal Bali ini, yang selama tiga dekade dikenal sebagai pionir pendidikan keterampilan, kini melangkah lebih jauh.
Mereka mengumumkan tema besar untuk tahun 2026 yaitu “A Legacy of Stewardship” sebuah warisan yang tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkaya dan dipertanggungjawabkan untuk generasi mendatang.
Visi ini bukan sekadar slogan korporat, melainkan perwujudan janji yang ditanamkan oleh para pendiri, almarhum Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto dan Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, yang menginisiasi Bali International Training and Development Centre (BITDeC) pada 2006.
Inti dari ekosistem Nyanyi Bali adalah BITDeC, yang menaungi Bali Culinary Pastry School (BCPS) dan Politeknik Internasional Bali (PIB College). Kisah BCPS, yang didirikan pada 2016, adalah sebuah narasi tentang pertumbuhan yang fenomenal.
Niat awalnya sederhana yaitu memberdayakan pemuda Bali melalui pendidikan berkualitas yang dijiwai kearifan lokal. Dimulai hanya dengan enam siswa, kini sekolah kuliner ini telah meluluskan lebih dari seribu alumni yang tersebar di berbagai industri, baik di Indonesia maupun kancah global.
Made Ariani Siswanto (Arie), generasi kedua yang kini menjabat sebagai Managing Director Nyanyi Bali, menegaskan bahwa landasan mereka adalah nilai-nilai kepedulian terhadap manusia, budaya, dan alam.
“Yang kami lakukan saat ini adalah wujud nyata dari visi yang diwariskan orang tua kami. Pendidikan selalu menjadi fondasi, membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan wawasan global, tanpa melupakan akar budaya Indonesia,” ujar Arie.
Komitmen Nyanyi Bali terhadap sinergi pendidikan dan praktik nyata mencapai puncaknya dengan dibukanya destinasi gastronomi terbaru mereka, Kōro Bali, pada 21 November 2025. Terletak di taman tepi Pantai Nyanyi yang menghadap laut, Kōro Bali bukan hanya restoran, melainkan sebuah “ruang kelas hidup” (living classroom).
Di tempat ini, para siswa BCPS dan PIB College mengaplikasikan ilmu hospitality dan kuliner mereka secara langsung. Nyoman Astari Siswanto, Direktur Nyanyi Bali, menjelaskan bahwa Kōro Bali diciptakan untuk mengasah keterampilan siswa melalui praktik langsung, menjadikannya bagian integral dari ekosistem Nyanyi Bali.
Lebih dari sekadar menyajikan hidangan yang terinspirasi filosofi Koku, Kōro Bali bertujuan untuk merevitalisasi kebersamaan komunitas melalui pengalaman gastronomi sebuah konsep yang jarang ditemukan di tempat lain.
Selain pendidikan dan kuliner, Nyanyi Bali juga memperluas jejaknya ke sektor properti melalui N Residence, sebuah proyek yang secara eksplisit berpusat pada pengembangan komunitas. Langkah ini memperkuat komitmen Nyanyi Bali untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan di mana individu, keluarga, dan generasi dapat tumbuh bersama.
Memasuki tahun 2026, melalui payung tema “A Legacy of Stewardship,” Nyanyi Bali menegaskan bahwa pengembangan yang mereka lakukan adalah jalur yang terarah, dibangun dengan hati, dan berorientasi jangka panjang. Mereka percaya, kemajuan Pulau Dewata harus sejalan dengan kelestarian akar budaya dan ekologi, memastikan bahwa warisan Bali tetap utuh dan berkembang bagi masa depan.


