Hantu Teke-Teke, Urban Legend Jepang yang Masih Menyisakan Misteri

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Legenda hantu Teke-Teke menjadi salah satu urban legend di Jepang yang masih menyimpan misteri. Sosok ini merupakan arwah perempuan tanpa kaki yang dipercaya bergentayangan setelah mengalami kematian tragis di rel kereta.

Meski berasal dari cerita rakyat modern, legenda ini terus diceritakan turun-temurun dan menjadi salah satu kisah hantu paling populer di kalangan pelajar, hingga memunculkan berbagai laporan penampakan di sejumlah kota besar.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Legenda Teke-Teke bermula dari kisah seorang gadis muda yang terjatuh ke rel kereta. Ketika kereta melintas, ia tidak sempat menyelamatkan diri hingga tubuhnya terbelah menjadi dua. Kematian tersebut menjadi tragedi yang mengenaskan, sehingga arwahnya tidak pernah mendapatkan ketenangan.

Sejak saat itu, berbagai laporan mulai muncul mengenai penampakan sosok perempuan yang menyeret tubuh bagian atasnya di dekat rel maupun tempat-tempat sepi.

- Advertisement -

Asal-usul Nama Teke-Teke

Nama Teke-Teke berasal dari suara yang dihasilkan saat sosok gaib ini bergerak. Karena tidak memiliki kaki, ia mengandalkan siku dan tangan untuk bergerak maju, sehinggakan gerakan ini menciptakan bunyi “tek… tek…” ketika tubuhnya menyeret lantai atau permukaan lain.

Suara ini dianggap sebagai pertanda bahaya karena legenda menyebut, jika seseorang mendengar bunyi tersebut dari kejauhan, pertanda Teke-Teke sedang mendekat.

Dalam sejumlah cerita yang berkembang di kalangan pelajar Jepang, suara “tek… tek…” sering digambarkan muncul secara tiba-tiba, terutama ketika seseorang berada sendirian di malam hari. Banyak yang meyakini bahwa suara ini menjadi isyarat pertama sebelum sosok tersebut menampakkan diri.

Meski hanya setengah tubuh, Teke-Teke digambarkan mampu bergerak dengan cepat. Dalam beberapa versi, ia bahkan bisa menyusul manusia yang berlari sekuat tenaga.

Dalam salah satu versi legenda, Teke-Teke dikisahkan muncul sambil menanyakan satu pertanyaan kepada seseorang yang ditemuinya, yakni “Dimana kakiku?”. Jika orang tersebut tidak bisa menjawab atau tidak mengetahui kisahnya, maka ia dipercaya akan menjadi korban selanjutnya.

Ada juga versi yang menyebutkan bahwa menjawab pertanyaan dengan benar hanya menunda nasib buruk, karena Teke-Teke tetap akan menyerang begitu ia merasa jawaban tersebut tidak memuaskan.

Cerita ini membuat banyak pelajar Jepang yang dahulu meyakini bahwa mengetahui legenda Teke-Teke bisa menjadi penyelamat ketika berjalan sendirian pada malam hari.

Walaupun kisah ini berasal dari urban legend, laporan mengenai kemunculan Teke-Teke masih terus diceritakan hingga era modern. Beberapa orang mengaku melihat sosok perempuan tanpa kaki di stasiun yang sepi, di bawah jembatan layang, atau bahkan di area sekolah ketika malam tiba.

Kendati demikian, tidak ada bukti nyata yang pernah memvalidasi keberadaan makhluk ini. Namun, legenda Teke-Teke tetap menjadi bagian dari budaya populer Jepang, dan sering muncul dalam manga (komik), film horor, hingga forum-forum cerita misteri di internet.

Hingga kini, Teke-Teke masih menjadi salah satu urban legend yang paling sering diceritakan di Jepang.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis