Basarnas Ungkap Data Terkini: 19 Meninggal, 24 Hilang di Sibolga-Tapteng

6 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTABasarnas melaporkan update perkembangan sementara operasional tim SAR dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Dari data Basarnas, hingga Kamis sore (27/11/2025), wilayah terdampak banjir terdiri dari Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, Kolang. Pun, bencana longsor terjadi di 7 titik di Tapteng dengan rincian Badiri 1 titik, Sibabangun 1, Lumut 2, Sarudik 1, Tapian Nauli 2.

Tapsel dengan banjir bandang dan longsor di Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, Batang Toru,” demikian keterangan Basarnas yang diterima Holopis.com.

- Advertisement -

Dari data korban yang terkalkulasi, total terdampak dengan 1.952 kartu keluarga (KK). Lalu, korban selamat 130 orang. Warga yang yang berhasil dievakuasi 149 orang.

Meninggal 19 orang, dalam pencarian 24 orang,” lanjut keterangan Basarnas.

Bencana banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah._HOLOPIS
Bencana banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah. (Foto: Basarnas)

 

Dari penjelasan Basarnas di lapangan bahwa sejumlah tim bergerak ke sejumlah area. Misalnya

Tim 1 bergerak menuju ke titik perumahan Toholand Pandan untuk melakukan evakuasi.

“Tim 2 bergerak menuju ke posko terpadu di Gedung Nasional Sibolga, tim 3 melaksanakan mobile untuk mengantarkan personel menuju titik evakuasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah,” lanjut keterangan Basarnas.

Basarnas juga menyampaikan update data pengungsi di GOR Pandan sebanyak 447 orang. Rinciannya:. Pria dewasa 89 orang, wanita dewasa 96 orang, anak-anak 109 orang.

“Bayi 43 orang dan lansia 10 orang,” demikian laporan Basarnas.

Untuk area yang belum bisa diakses tim SAR antara lain Perumahan Toholand dan Tanahbolon. Sebab, masih terkendala alat berat untuk membantu membuka jalur dan akses putus total dari Tarutung menuju Sibolga.

Dibutuhkan estimasi 3-4 hari untuk pembangunan jembatan darurat,” demikian lanjut keterangan Basarnas.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
6 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis