HOLOPIS.COM, JAKARTA – Basarnas melaporkan update perkembangan sementara operasional tim SAR dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Dari data Basarnas, hingga Kamis sore (27/11/2025), wilayah terdampak banjir terdiri dari Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, Kolang. Pun, bencana longsor terjadi di 7 titik di Tapteng dengan rincian Badiri 1 titik, Sibabangun 1, Lumut 2, Sarudik 1, Tapian Nauli 2.
“Tapsel dengan banjir bandang dan longsor di Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, Batang Toru,” demikian keterangan Basarnas yang diterima Holopis.com.
Dari data korban yang terkalkulasi, total terdampak dengan 1.952 kartu keluarga (KK). Lalu, korban selamat 130 orang. Warga yang yang berhasil dievakuasi 149 orang.
“Meninggal 19 orang, dalam pencarian 24 orang,” lanjut keterangan Basarnas.

Dari penjelasan Basarnas di lapangan bahwa sejumlah tim bergerak ke sejumlah area. Misalnya
Tim 1 bergerak menuju ke titik perumahan Toholand Pandan untuk melakukan evakuasi.
“Tim 2 bergerak menuju ke posko terpadu di Gedung Nasional Sibolga, tim 3 melaksanakan mobile untuk mengantarkan personel menuju titik evakuasi di Sibolga dan Tapanuli Tengah,” lanjut keterangan Basarnas.
Basarnas juga menyampaikan update data pengungsi di GOR Pandan sebanyak 447 orang. Rinciannya:. Pria dewasa 89 orang, wanita dewasa 96 orang, anak-anak 109 orang.
“Bayi 43 orang dan lansia 10 orang,” demikian laporan Basarnas.
Untuk area yang belum bisa diakses tim SAR antara lain Perumahan Toholand dan Tanahbolon. Sebab, masih terkendala alat berat untuk membantu membuka jalur dan akses putus total dari Tarutung menuju Sibolga.
“Dibutuhkan estimasi 3-4 hari untuk pembangunan jembatan darurat,” demikian lanjut keterangan Basarnas.


