HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kisah tentang Lampor sudah lama beredar di berbagai daerah di Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Cerita ini diwariskan turun-temurun sebagai legenda mistis yang membuat siapa pun merinding hanya dengan mendengarnya.
Konon, Lampor digambarkan sebagai arwah rombongan makhluk halus yang membawa peti mati sambil melintas di jalan-jalan pedesaan pada malam hari. Suara gemuruhnya dipercaya menjadi pertanda bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.
Masyarakat meyakini bahwa kemunculan Lampor biasanya didahului oleh angin yang berhembus kencang tanpa sebab, lalu diikuti suara lirih seperti kereta kuda atau barisan manusia berjalan cepat.
Ketika rombongan ini lewat, penduduk dilarang membuka pintu, jendela, atau sekadar mengintip dari celah rumah. Mereka percaya bahwa siapapun yang melihat Lampor akan jatuh sakit, kerasukan, bahkan meninggal secara misterius.
Beberapa warga di sejumlah desa pernah berbagi pengalaman menyeramkan mengenai kemunculan Lampor. Ada yang mengaku mendengar derap langkah dan dentuman seperti peti kayu diseret, padahal tidak ada siapapun di luar rumah.
Ada pula cerita tentang seseorang yang nekat mengintip lewat ventilasi, lalu ditemukan pingsan dengan mata melotot dan tubuh menggigil hebat. Menurut cerita, orang itu melihat barisan makhluk berbalut kain putih panjang, membawa peti yang tampak berisi sesuatu atau jenazah seseorang.
Fenomena Lampor juga sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian tragis. Di beberapa desa, munculnya angin kencang malam hari disusul oleh kabar duka dari salah satu warga.
Karena itu, banyak masyarakat yang masih menjaga pantangan seperti ketika malam semakin larut dan angin mulai tidak wajar, masyarakat akan memilih mematikan lampu, menutup semua jalur angin, dan berdiam diri sambil berdoa agar rombongan Lampor tidak singgah di lingkungan mereka.
Meski tidak ada bukti ilmiah yang dapat menjelaskan keberadaan Lampor, kisah ini tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Hingga kini, cerita mistis tentang Lampor masih terus diwariskan dari generasi ke generasi di Pulau Jawa.


