Karawang Dilanda Cuaca Ekstrem, 61 Rumah di Tempuran Alami Kerusakan

9 Shares

HOLOPIS.COM, KARAWANG Cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Kabupaten Karawang. Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Tempuran pada Minggu (23/11) sekitar pukul 14.00 WIB, menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan di dua desa sekaligus.

Berdasarkan laporan awal pemerintah kecamatan, Desa Pancakarya menjadi wilayah dengan kerusakan paling banyak. Sebanyak 53 rumah tercatat rusak ringan, terutama pada bagian atap yang beterbangan diterpa angin, serta beberapa dinding rumah yang mengalami retakan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Kondisi serupa juga dialami warga di Desa Pagadungan, namun dengan tingkat kerusakan yang lebih parah. Di desa tersebut, 4 rumah dilaporkan rusak berat dan 4 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Camat Tempuran, Komarudin Faisal, menyampaikan bahwa pihak kecamatan langsung bergerak menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi warga, memetakan kerusakan, serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

- Advertisement -

“Kami langsung turun ke titik-titik terdampak begitu laporan masuk. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Untuk warga yang rumahnya rusak berat, sementara waktu mengungsi ke tempat kerabat terdekat,” ujar Komarudin, Senin (24/11), seperti dikutip Holopis.com.

Selain melakukan pendataan awal, jajaran kecamatan juga memberikan dukungan moril kepada warga yang terdampak. Menurut Komarudin, situasi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat harus lebih waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana angin kencang.

Laporan kejadian ini juga telah disampaikan secara resmi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang. Pihak BPBD diharapkan dapat segera memberikan bantuan logistik, material bangunan, serta dukungan penanganan lebih lanjut untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD masih melakukan koordinasi untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Sementara itu, warga bersama relawan desa mulai melakukan gotong royong membersihkan puing serta memperbaiki kerusakan ringan yang masih bisa ditangani secara mandiri. Aktivitas perbaikan meliputi pemasangan kembali atap yang terlepas, memperkuat rangka bangunan, dan menutup celah pada dinding yang terdampak terjangan angin.

Proses pendataan kerusakan masih terus berjalan. Pemerintah kecamatan memastikan bahwa seluruh titik terdampak akan terdata sebelum bantuan logistik dan material disalurkan.

“Kami terus koordinasi dengan perangkat desa dan BPBD agar penanganan bisa cepat dan tepat sasaran,” kata Komarudin.

Di sisi lain, pemerintah kecamatan mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta untuk memastikan konstruksi rumah dalam kondisi aman serta segera melaporkan jika ditemukan tanda-tanda kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis