Momen Blak-blakan Trump dan Mamdani Saat Bertemu di Gedung Putih


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Belum lama ini, pertemuan Wali Kota New York terpilih, Zohran Momdani dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi menjadi pembicaraan hangat di Amerika Serikat. Hal itu lantaran sebelum akhirnya bertemu, keduanya kerap mengeluarkan komentar negatif terhadap satu sama lain, dan menunjukkan berbagai perbedaan mereka dengan blak-blakan di hadapan publik.

Namun setelah berbulan-bulan saling menghina, keduanya pun bertemu di Gedung Putih dan harus menjawab pertanyaan nekat dari awak media di sana. Saat ditanya apakah Mamdani masih berpikir apakah Donald Trump adalah seorag fasis, Donald Trump langsung mengatakan kepada Mamdani bahwa ia bebas mengatakan apapun di depan awak media.

“Tidak apa-apa, kamu bisa langsung bilang saja,” kata Donald Trump, dikutip Holopis.com, Senin (24/11).

Saat Zohran Mamdani berusaha untuk menjawab wartawan, Donald Trump mengatakan kepada Mamdani bahwa lebih mudah untuk mengatakan ‘ya’ daripada langsung berusaha menjelaskannya.

“Lebih mudah, lebih mudah daripada menjelaskannya,” kata Trump.

Zohran Mamdani Tekankan Ingin Tetap Konsisten

Zohran Mamdani yang merupakan Wali Kota muslim pertama New York mengatakan bahwa ia akan tetap konsisten dengan pendapatnya dan mengatakan bahwa ia dan Donald Trump sama-sama tidak malu membahas perbedaan mereka.

“Itu sesuatu yang pernah saya katakan sebelumnya dan saya katakan hari ini, dan saya rasa yang saya hargai dari percakapan saya dengan presiden adalah bahwa kami tidak malu-malu membahas titik-titik perbedaan pendapat tentang politik yang telah membawa kita ke momen ini” kata Zohran Mamdani.

Mamdani kemudian mengatakan mereka hanya ingin fokus terhadap New York dan membuat kota itu agar lebih baik.

“Kami juga ingin berfokus pada bagaimana seharusnya kami menyampaikan analisis bersama tentang krisis keterjankauan bagi warga New York,” jelasnya.

Mamdani kemudian menekankan apa tujuannya datang ke Gedung Putih. Bukan hanya untuk menyampaikan pendirian, Zohran Mamdani mengatakan ia menghadap presiden hanya karena ingin menyampaikan aspirasi masyarakat New York.

“Saya datang ke Ruang Oval bukan untuk menyampaikan maksud atau pendirian. Saya datang ke sana untuk menyampaikan aspirasi warga New York,” lanjut Mamdani.

Tampilan Utama