Polisi Bisa Makin Dicintai Rakyat, Asal Oknum Berengsek Ditindak Tegas

5 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyatakan bahwa Polri adalah salah satu institusi yang dielu-elukan oleh masyarakat. Karena aspek keamanan dan ketertiban masyarakat bisa terjamin ketika Polri bekerja dengan maksimal dan sungguh-sungguh.

“Hampir setiap kehidupan kita perlu Polisi. Lingkungan ingin aman dan nyaman pun kita butuh Polisi. Jadi hampir semua aspek kehidupan kita di Indonesia ini perlu polisi,” kata Habib Syakur kepada Holopis.com, Minggu (23/11/2025).

- Advertisement -

Karena itulah, mengapa Polri menjadi institusi yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Namun ia juga tak menutup mata bahwa institusi Korps Bhayangkara tersebut masih perlu perbaikan di berbagai aspek, baik dari sistemnya, hingga persoalan kulturalnya.

“Sejatinya kan Polisi itu untuk melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Ketika ketiganya tidak tercapai, maka patut untuk dilakukan perbaikan,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Habib Syakur, banyak oknum anggota Polri yang tidak memahami dan menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai insan Bhayangkara. Ketika masih ada oknum polisi yang memeras rakyat di jalanan, tidak memberikan pelayanan cepat dan cekatan ketika masyarakat melaporkan terkait adanya ancaman yang mereka alami, dan sebagainya.

Berbagai catatan penting itu menurutnya harus jadi bahan evaluasi dan perbaikan sehingga masyarakat bisa kembali percaya dan sayang dengan Polri.

“Ya kan faktanya begitu. Bahkan ada kalimat dari netizen, Polisi kita kalah cepat dengan Damkar, padahal mereka dipesenjatai dan anggarannya lebih besar dari Damkar. Kan itu juga harus jadi bahan refleksi dong,” tutur Habib Syakur.

Pun demikian, ia juga menyatakan bahwa adanya oknum nakal di institusi tidak hanya terjadi di Kepolisian. Maka dari itu ia harap Komisi Percepatan Reformasi Polri bentukan Presiden Prabowo Subianto tersebut harus bekerja maksimal sesuai dengan tujuan utama mereka dibentuk.

Sebab bisa jadi keberhasilan Komisi yang dipimpin oleh Prof Jimly Asshiddiqie tersebut akan menjadi pilot project dan success story untuk dibentuknya komisi yang serupa untuk memperbaiki institusi lain, termasuk TNI, Kejaksaan Agung, KPK, hingga lembaga negara lainnya.

“Kalau kinerja Komisi itu biasa-biasa aja, apalagi tak ada hasil yang signifikan, ya sama saja. Karena kan oknum brengsek, oknum nakal itu nggak hanya ada di Polri saja, di TNI juga ada, di lembaga lain juga tak kalah banyak,” tandasnya.

Sehingga Habib Syakur menaruh keyakinan bahwa Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki niat baik. Ia mendukung ruang gerak Komisi tersebut untuk membuat Polri semakin baik lagi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru