HOLOPIS.COM, SURABAYA – Dari puncak kaldera Bromo yang dramatis hingga taman hiburan modern di Batu, pesona Jawa Timur (Jatim) kini tengah menarik perhatian para pelaku pariwisata terkemuka dari Malaysia.
Dalam sebuah misi bertajuk “Wonderful Indonesia Journey,” Kementerian Pariwisata (Kemenpar) baru-baru ini menggelar Familiarization Trip (Famtrip) intensif yang bertujuan untuk mengemas eksotisme Jatim menjadi paket wisata “affordable luxury” yang tak tertahankan bagi wisatawan Malaysia.
Tujuh Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) papan atas dari Kuala Lumpur ditunjuk sebagai “duta” pariwisata dalam perjalanan empat hari, 11–14 November 2025 dengan rute yang disajikan benar-benar memanjakan dan memesona.
Rute tersebut mencakup lanskap dingin Kota Batu dan Malang yang memesona, pemandangan surgawi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, hingga denyut budaya dan bisnis di Kota Metropolitan Surabaya.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa Jatim adalah sebuah kanvas destinasi yang lengkap.
“Jawa Timur memiliki keunggulan yang sangat lengkap, mulai dari keindahan alam yang ikonik seperti Bromo, kekayaan budaya yang mendalam, hingga wisata buatan yang terus berkembang seperti yang ada di Batu dan Malang. Inilah yang kami tawarkan sebagai pengalaman ‘affordable luxury’ bagi pasar Malaysia,” ujar Made.
Lebih lanjut, Made menyoroti tren “Pariwisata Naik Kelas” di Jatim. Ini bukan sekadar tentang kunjungan, melainkan tentang menghadirkan pengalaman yang lebih berdaya saing, ramah lingkungan, dan yang terpenting, memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Inovasi yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan lokal seperti Dinas Pariwisata Jatim, Jatim Park Group, Singhasari Resort, Jiwa Jawa Bromo, dan Bawangan Hotel menjadi kunci keberhasilan program ini.
Minat wisatawan Malaysia terhadap Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Hingga September 2025, tercatat 1.955.166 wisatawan Malaysia telah berkunjung ke Indonesia, menjadikannya kontributor terbesar wisatawan mancanegara.
Famtrip ini menjadi penegasan atas posisi penting Jatim di mata market Malaysia. Dengan kedekatan jarak dan kesamaan budaya, Malaysia menjadi pasar utama wisatawan mancanegara bagi Jatim, menyumbang 94.051 kunjungan pada tahun 2024. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Kemenpar dalam pemilihan destinasi, memastikan bahwa paket yang ditawarkan akan tepat sasaran.
Untuk memastikan perjalanan edukatif ini berbuah manis, Kemenpar juga menyelenggarakan sesi mini table top. Sesi ini mempertemukan TA/TO Malaysia (sebagai buyer) dengan pelaku industri pariwisata Jatim (sebagai seller) dalam suasana bisnis yang santai dan produktif.

