Karena ponsel tersebut berisi dokumen dan nomor penting, Rebecca akhirnya menyetujui pembayaran Rp1 juta, meski mengaku kecewa dan terpukul oleh kejadian itu.
Polisi Bertindak Cepat
Didampingi staf Hey Bali, Rebecca melapor ke Polsek Kuta namun menolak dipertemukan dengan sopir karena merasa trauma. Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra kemudian memerintahkan anggotanya menghubungi sopir tersebut.
Tak lama setelah dihubungi polisi, sopir datang ke kantor Polsek dan bersedia mengembalikan uang yang diterimanya dari korban.
Citra Pariwisata Jadi Sorotan
Giostanov Latto menyayangkan insiden tersebut karena dapat mencoreng citra pariwisata Bali. Ia menegaskan Hey Bali bekerja secara sukarela untuk membantu turis menghadapi situasi darurat kecil, bukan layanan komersial.
“Kami khawatir hanya karena uang receh, citra pariwisata Bali rusak. Padahal layanan kami diciptakan untuk membantu wisatawan tanpa syarat,” ujarnya.
Kasus ini kini ditangani Polsek Kuta dan sopir diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.


