Terhimpit Keadaan Ekonomi Keluarga, Pria di NTT Nekat Bunuh Diri

34 Shares

HOLOPIS.COM, NTT Seorang pria berinisial A Y R (25) asal warga kampung Pandang, Desa Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT di temukan tewas gantung diri di rumahnya pada Rabu (19/11).

Bhabinkamtibmas Kecamatan Lamba Leda Timur, Briptu Yohanes Aicen Darnia mengatakan bahwa korban diketahui meninggal dunia dengan cara gantung diri di dalam rumahnya menggunakan seutas tali nilon warna biru.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Pertama kali korban di temukan oleh istrinya, pada saat ia pulang dari rumah tempat untuk kumpul uang koperasi yang jaraknya kurang lebih sekitar 100 meter dari rumah korban. Pada pukul 16 .00 wita istri korban pulang ke rumah sesampainya di rumah, ia kaget karena melihat suaminya sudah tewas dengan cara gantung diri dan langsung melepaskan tali tersebut serta menurunkan Jenazah korban ke tempat tidur sambil teriak histeri memanggil tetangga,” kata Yohanes dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.

Korban pertama kali ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi gantung diri di salah satu tiang atap rumah dengan menggunakan seutas tali nilon warna biru dengan posisi ujung kaki atau telapak kakinya menyentuh tanah.

- Advertisement -

Ia menjelaskan bahwa, hal tersebut disebabkan karena tali diikat dengan simpul hidup sehingga tali tersebut mengendur serta keluarnya air mani yang membasahi celana korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis dari puskesmas Lawir, dan dokter Netralman T N Bulolo, bahwa dalam tubuh korban terdapat luka lebam pada bagian leher dibawah bekas jeratan tali, serta terdapat air manih yang membasahi celana korban dan juga posisi lidanya tidak menjulur keluar,” terangnya.

Yohanes menjelaskan bahwa korban nekat melakukan bunuh diri karena depresi akibat terhimpit keadaan Ekonomi.

Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai takdir jalan hidupnya, serta menolak untuk dilakukan autopsi dan menyatakan tidak akan menuntut untuk proses hukum.

“Guna mendukung pernyataan menolak dilakukan outopsi dan tidak menuntut proses hukum, keluarga korban membuat Surat Pernyataan penolakan,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
34 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis