Dari karya-karya inilah Eropa mengenalnya sebagai “The Commentator”, julukan yang menandai betapa pentingnya peran Ibnu Rusyd dalam kebangkitan filsafat Barat.
Selain filsafat, karyanya Fashl Al-Maqal menjadi kontribusi besar bagi dunia Islam.
Dalam karyanya itu, Ibnu Rusyd menjelaskan hubungan antara filsafat dan syariat, serta membela penggunaan akal sebagai bagian dari keimanan. Gagasannya ini sempat menjadi kontroversi besar pada masanya.
Ibnu Rusyd wafat pada 1198, tetapi jejak intelektualnya terus hidup. Dari ruang-ruang akademik Eropa hingga forum studi Islam kontemporer, pemikirannya tetap menjadi rujukan.
- Advertisement -
Penulis: Rafli Abdullah Santosa
- Advertisement -

