Sementara itu Vivo X300 reguler hadir dengan pendekatan “shoot first, crop later” lewat kamera utama 200 MP dan fitur AI One-Shot Multi-Crop, yang memungkinkan AI mereka untuknmemisahkan beberapa angle terbaik.
Dua model ini juga membawa fitur tambahan pada sektor kamera, seperti Multifocal HD Portrait (23mm–135mm), ZEISS Natural Portrait, 50 MP Front Camera tanpa distorsi untuk foto grup, serta AI Landscape Master dengan weather filter untuk mengubah foto berkabut menjadi sunrise dramatis atau golden hour vibes.
Khusus untuk seri X300 Pro, Vivo menghadirkan Pro Photography Kit yang mencakup, ZEISS 2.35x Telephoto Extender (setara 5400mm foto, >1100mm video), grip ergonomis dengan tombol fisik, baterai tambahan 2300 mAh, serta adapter filter 62 mm.
Berbagai alat pendukung Ini menjadikan X300 Pro lebih mirip “kamera profesional yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi”.
Desain, Layar, dan Performa
Vivo X300 memakai layar 6,31 inci, sedangkan X300 Pro membawa layar 6,78 inci. Keduanya diklaim punya bezel 1,05 mm, yang disebut sebagai yang tertipis di industri.
Keduanya juga dibekali dengan material Unibody 3D Glass, IP68 & IP69, Chip MediaTek Dimensity 9500, Pendingin 4K VC Vapor Chamber, dan baterai jumbo 6040mAh untuk X300, dan 6510mAh untuk X300 Pro.

