Tujuh Rumah Terbakar saat Tawuran antar Kelompok di Makassar
HOLOPIS.COM, MAKASSAR - Tujuh rumah semi permanen di Makassar terbakar imbas tawuran antar kelompok pecah, Selasa (18/11) sore.
Kepolisian dari Polrestabes Makassar pun langsung melakukan penyelidikan atas insiden kebakaran yang melanda tujuh rumah di Kecamatan Tallo serta mengamankan lokasi yang menjadi gelanggang tawuran antarkelompok tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana menyebutkan, tujuh petak rumah terdampak dalam insiden ini tawuran antar kelompok ini.
“Saat ini kepolisian Polrestabes Makassar dari seluruh unsur, Polsek, Reskrim, intel narkoba termasuk juga Sabara, diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan TKP," jelas Devi kepada Holopis.com, Selasa (18/11) sore.
Devi menambahkan, pihaknya sempat kewalahan dalam menangani insiden ini karena banyaknya massa yang berkerumun di lokasi kejadian.
"Karena tadi sempat banyak sekali massa di sekitar sini sehingga memerlukan pengamanan agar pemadam kebakaran bisa masuk untuk memadamkan api,” ujarnya.
Adapun saat ini polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran. Ia menambahkan, tawuran sempat coba dilerai oleh petugas berseragam maupun berpakaian sipil.
“Kita masih melakukan penyelidikan, anggota sudah turun semua, termasuk unit Jatanras,” jelasnya.
Terkait adanya informasi korban meninggal sebelum kebakaran, Kasat Reskrim juga memastikan hal itu tengah ditelusuri.
“Itu masih kita lakukan penyelidikan juga penyebabnya. Kita masih mengumpulkan bukti, berkoordinasi dengan pihak rumah sakit juga kira-kira apa penyebabnya,” katanya.
Devi menegaskan, wilayah tersebut memang rawan bentrokan, sehingga polisi secara rutin hadir untuk mencegah tawuran.
“Polisi selalu hadir mencegah walaupun di dalam proses itu kita kadang mendapatkan perlawanan pihak yang melakukan tawuran-tawuran tersebut,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa penanganan tawuran di wilayah itu kerap sulit karena sebagian warga justru menghambat upaya pembubaran.
“Beberapa kali kita terlibat pembubaran tawuran, sering kali kita mendapatkan perlawanan dari warga sekitar termasuk dari ibu-ibu yang menghambat pengamanan,” jelasnya.
Ia pun meminta seluruh elemen masyarakat terlibat aktif mencegah tawuran.
“Selain tidak menjadi korban, juga tidak terlibat tawuran. Karena yang bisa menghentikan tawuran itu sendiri adalah keinginan dari masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Hingga kini polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian yang memicu tawuran dan berujung kebakaran di kawasan tersebut.
Editor: Ronalds Petrus Gerson