HOLOPIS.COM, PURWAKARTA – Di jantung kota Purwakarta, Jawa Barat, terdapat sebuah ruang publik yang jauh dari kesan biasa. Adalah Taman Maya Datar, sebuah destinasi yang bertransformasi dari sekadar alun-alun kota menjadi panggung atraksi budaya dan cahaya yang menenangkan.
Taman ini mungkin sudah sering dikunjungi, namun keunikan tersembunyi terletak pada perpaduan desain modern, simbolisme kerajaan Sunda, dan permainan pencahayaan yang disematkan pada dua air mancur ikoniknya.
Ketimbang menyajikan pertunjukan air mancur megah seperti di tempat lain, Maya Datar memilih pendekatan yang lebih filosofis. Dua air mancur utama di tengah taman tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga berperan sebagai penyeimbang visual dan audio.
Saat matahari terbenam, sistem pencahayaan ciamik mulai bekerja, memberikan warna-warna lembut yang memantul pada semburan air. Pencahayaan ini sengaja dirancang untuk menciptakan nuansa romantis dan reflektif, kontras dengan hiruk pikuk kota.
Menurut tokoh setempat, air mancur dan cahaya di sini melambangkan kedamaian dan ketenangan batin (Silih Asih), yang dipertahankan di tengah dinamika kehidupan.
Daya tarik unik lainnya adalah patung Macan Putih (Lodaya Bodas). Patung ini bukan sekadar hiasan, melainkan representasi kuat dari sosok legendaris Prabu Siliwangi, raja agung Kerajaan Pajajaran.
Penempatan Macan Putih ini memperkuat identitas taman sebagai kawasan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. Patung ini seolah menjadi “penjaga abadi” yang menyambut dan mengiringi setiap langkah pengunjung.
Area di sekitar patung ini menjadi salah satu spot foto paling dicari, di mana pengunjung dapat mengabadikan momen dengan latar belakang simbol kebesaran Sunda.
Bagi generasi muda, Taman Maya Datar juga menawarkan pengalaman “Oase Digital”. Berdampingan dengan Taman Pancawarna, seluruh kawasan ini dirancang untuk menjadi sangat instagramable.
Dari pepohonan rindang, taman bunga yang ditata rapi, hingga jalur pejalan kaki yang bersih, setiap sudut menawarkan latar belakang yang sempurna untuk konten media sosial. Ini membuktikan bahwa wisata berbasis budaya dan sejarah pun dapat dikemas secara apik dan menarik bagi kaum milenial.
Jika Anda berencana berkunjung, datanglah saat sore menjelang malam hari. Selain suhu yang lebih sejuk, Anda akan mendapatkan pemandangan terbaik saat lampu-lampu taman dan air mancur mulai dinyalakan. Jangan lupa membawa bekal atau jajan dari pedagang sekitar untuk menikmati sore yang tenang di bawah penjagaan Macan Putih yang gagah.

