Hati-hati, Ini Mitos Gula Darah yang Sering Kita Dengar


Oleh : Maria Hermina

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Banyak orang mulai memperhatikan gula darah karena berbagai tips kesehatan yang bermunculan di media sosial. Mulai dari anjuran untuk makan dengan urutan tertentu, sampai klaim bahwa sedikit saja lonjakan gula darah bisa berdampak besar bagi tubuh.

Namun, tidak semua informasi mengenai gula darah yang diterima dan tersebar di media sosial tidak selalu benar, beberapa diantaranya bahkan hanyalah mitos belaka. Dikutip Holopis dari Science Focus, berikut beberapa mitos mengenai gula darah yang sering dipercayai banyak orang.

1. Mitos: Gula Darah Harus Selalu Stabil Tanpa Naik Turun
Banyak orang percaya bahwa gula darah harus tetap stabil sepanjang hari. Padahal, para ahli menjelaskan bahwa naik turunnya gula darah setelah makan adalah hal yang normal. Ketika kita mengkonsumsi karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa. Setelah itu, insulin dilepaskan untuk memindahkan glukosa ke dalam sel sebagai energi. Jadi, fluktuasi ringan adalah bagian dari cara tubuh menjaga keseimbangan, bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

2. Mitos: Lonjakan Gula Darah Selalu Menyebabkan Peradangan Berbahaya
Ada anggapan bahwa setiap lonjakan gula darah otomatis menyebabkan peradangan yang merusak tubuh. Namun menurut Dr. Nicola Guess, sedikit peradangan setelah makan adalah reaksi tubuh yang normal. Respons imun ini terjadi saat tubuh memproses makanan dan tidak selalu berarti ada ancaman kesehatan yang serius.

3. Mitos: Blood Sugar Hacks
Trik seperti memakan sayur dulu sebelum karbohidrat, kemudian menambahkan lemak agar gula darah tidak naik, atau gabungan-gabungan tertentu sering viral di media sosial. Beberapa memang bekerja, tetapi para ahli menegaskan bahwa orang yang sehat secara metabolik tidak harus mengikuti semua hack tersebut. Menambahkan lemak berlebihan hanya agar grafik gula darah lebih turun, misalnya, bisa menambah kalori tanpa memberi manfaat yang baik bagi tubuh.

4. Mitos: Semua Orang Perlu Menggunakan Continuous Glucose Monitor (CGM)
CGM sering digunakan oleh orang sehat untuk memantau gula darah sepanjang waktu. Padahal, menurut para ahli, penggunaan tanpa kebutuhan medis bisa menimbulkan kecemasan. Melihat angka yang naik turun, dapat membuat seseorang panik atau terlalu membatasi makanan, meski tubuhnya tidak bermasalah.

5. Mitos: Gula Darah Adalah Satu-satunya Indikator Kesehatan

Meskipun penting, gula darah bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan. Para peneliti menekankan bahwa kesehatan tubuh juga dipengaruhi hal lain seperti kolesterol, tekanan darah, komposisi tubuh, hingga kesehatan usus. Terlalu fokus pada satu angka justru membuat kita kehilangan gambaran besar kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Nah, itulah daftar mitos mengenai kesehatan gula darah yang banyak dipercayai. Kesehatan tidak hanya dipatok dari kadar gula darah, oleh karena itu penting bagi Sobat Holopis untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh dengan konsumsi gizi akan seimbang, tidur cukup, aktif bergerak, serta menjaga berat badan. Dengan memahami mitos yang beredar, kita bisa menjaga kesehatan dengan lebih tenang dan tanpa beban.

Tampilan Utama