Sebelum menapak karir di media, Marissa lebih dulu aktif di teater sejak 2005. Dia sempat bergabung dengan komunitas The Jakarta Players, yang memainkan drama berbahasa Inggris. Kemudian, Marissa juga belajar akting di The Actors Studio di Sydney, Australia.
Debut layar lebarnya datang melalui film “In the Absence of the Sun” (2013) karya Lucky Kuswandi, yang kemudian mengantarkannya meraih penghargaan Piala Maya untuk Aktris Pendatang Baru Terpilih. Sejak itu, Marissa semakin sering muncul di film-film besar Indonesia seperti 3 Nafas Likas (2014), Perempuan Tanah Jahanam (2019), Gundala (2019), Ali & Ratu Ratu Queens (2021), dan Dendam Malam Kelam (2025).
Pada 2025, Marissa kembali menjadi sorotan melalui film “A Normal Woman”, sebuah drama psikologis garapan Lucky Kuswandi, di mana dia memerankan karakter utama.
Karier Marissa di dunia hiburan dan media tidak lepas dari pengakuan. Salah satu prestasinya yakni kemenangan Piala Maya dan penghargaan dari ajang perfilman lainnya. Selain itu, dia juga sempat mendapatkan apresiasi dari Her World Women of the Year pada 2021 atas kiprahnya di dunia media dan seni.
Aktivitas dan Peran Lain
Selain sebagai jurnalis dan aktris, Marissa juga aktif sebagai presenter, produser konten, dan pendidik. Ia pernah menjadi dosen pembimbing di beberapa institusi dan ikut serta dalam diskusi publik, seminar, hingga workshop literasi media.
Kehidupan Pribadi
Pada tahun 2008, Marissa resmi menikah dengan Andrew Trigg. Hubungan rumah tangga keduanya dikenal sangat tertutup. Namun, belakangan, publik digemparkan oleh kabar gugatan cerai yang diajukan oleh Marissa setelah 17 tahun menikah.
Meski telah bersama 17 tahun, pasangan ini memilih untuk menunda memiliki anak. Publik sempat mengetahui keputusan mereka untuk tetap child free dalam beberapa wawancara sebelumnya.

