Lebih lanjut, Haedar Nashir juga menerangkan bahwa program kerakyatan seperti koperasi memang bukan perkara mudah, banyak sekali tantangan dan hambatan yang bermacam-macam. Terlebih kata dia, Indonesia pun belum memiliki cerita sukses dari program tersebut.
“Dalam kajian kami, kita memang tidak punya kisah sukses yang lebih masif, lebih luas tentang koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional yang bisa mengangkat martabat dan naik kelasnya rakyat kita yang ada di bawah, dan ini menjadi tanggung jawab bersama bagaimana memajukan Koperasi itu,” tutur Haedar Nashir.
Oleh sebab itu, kolaborasi lintas sektor menjadi penting untuk menunjang peningkatan kualitas dan akselerasi dari keberhasilan Koperasi, sebagai penunjang kesejahteraan ekonomi kerakyatan.
“Kita menyadari bahwa ada banyak program di lapangan mengenai Koperasi itu, maka kita tahu bersama agar itu terwujud, TNI, Polri juga tentu bisa ngawal koperasi sehingga itu menjadi kebanggaan kita,” tukasnya.
Terakhir, Haedar Nashir pun berharap semua komponen penunjang ekonomi kerakyatan harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan seluruh pemangku kebijakan, agar target kesejateraan dan kemakmuran rakyat dapat terwujud dengan baik dan masif.
“Kami harapkan UMKM diakselerasikan dengan kebijakan-kebijakan yang lebih dinamis, lebih konkret, dan syukur kalau terintegrasi dengan ekonomi kelas atas. Itu tugas Presiden dan seluruh Kementerian yang terkait,” pungkasnya.


