HOLOPIS.COM, JAKARTA — Kisah hantu Sumiati sudah puluhan tahun beredar di tengah masyarakat Kota Makassar. Sejak muncul pada era 1980-an, legenda urban ini terus memancing rasa ingin tahu warga lokal hingga para penggemar cerita misteri di seluruh Indonesia.
Sosok Sumiati digambarkan sebagai hantu perempuan berbusana putih, namun dalam sejumlah cerita ia muncul mengenakan pakaian merah pertanda bahwa ia sedang mencari korban.
Masyarakat percaya bahwa hantu Sumiati kerap menampakkan diri pada malam hari, khususnya untuk meneror para laki-laki yang bekerja sebagai sopir angkot dan pengayuh becak.
Kemunculannya digambarkan sangat mengerikan, sering kali bersimbah darah dengan bagian tubuh yang tidak lengkap. Lalu, dari mana sebenarnya mitos ini bermula?
Jejak Horor dari Kisah Balas Dendam
Dalam versi kisah yang paling populer, Sumiati disebut sebagai perempuan yang menjadi korban kekejaman sekelompok pemuda yang berprofesi sebagai sopir pete-pete dan tukang becak.
Untuk menghilangkan jejak, kawanan itu membawa tubuh Sumiati yang lemah ke sebuah lokasi terpencil. Di tengah perjalanan, Sumiati yang masih bernyawa mengetahui identitas para pelaku.
Dengan sisa tenaga, ia berusaha melawan. Namun usahanya justru berujung tragis. Salah satu dari para pelaku tanpa sengaja menghabisi nyawa Sumiati. Panik, mereka memutuskan mengubur korban secara tergesa-gesa di sebuah liang di daerah sepi.
Kematian tragis dan tidak wajar inilah yang diyakini membuat arwah Sumiati tidak tenang. Ia kemudian bergentayangan sebagai hantu penuh dendam, khusus memburu para sopir angkot dan pengayuh becak, profesi yang identik dengan yang merenggut nyawanya.
Versi Lain: Tragedi Malu dan Bunuh Diri
Ada pula versi lain yang beredar di kalangan warga Makassar. Dalam cerita ini, Sumiati disebut sebagai penduduk Sinissara, Kecamatan Tallo. Ia menjadi korban perkosaan, namun tidak dibunuh.

