HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jakarta dikenal sebagai kota yang tak pernah tidur. Di balik gemerlap lampu dan hiruk pikuk kendaraan, tersimpan kisah kelam yang tak lekang oleh waktu, legenda tentang Si Manis Jembatan Ancol. Sebuah cerita yang lahir dari tepian laut utara Jakarta, di mana kecantikan, pengkhianatan, dan arwah penasaran berpadu menjadi kisah mistis yang menegakkan bulu kuduk.
Awal Mula Legenda Si Manis
Konon, di masa kolonial Belanda, hidup seorang gadis muda yang dikenal karena kecantikannya. Kulitnya sawo matang, senyumnya manis, dan tutur katanya lembut. Banyak pria terpikat, namun di balik senyum itu tersimpan nasib tragis.
Menurut Syahbudin dalam bukunya Legenda Si Manis Jembatan Ancol (2012), si manis tersebut bernama Mariam, ada juga yang menyebut Siti Ariah.
Ia merupakan seorang kembang desa yang meninggal karena menjadi korban perbuatan asusila, lalu jasadnya dibuang di sekitar Jembatan Ancol.
Sejak saat itu, masyarakat sekitar percaya arwah gadis itu gentayangan menuntut keadilan dan ia dikenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol.
Penampakan dan Kisah Mistis
Banyak pengendara malam yang melintas di Jembatan Ancol mengaku melihat sosok perempuan muda berjalan sendirian di tepi jalan. Ia mengenakan gaun putih dan tersenyum lembut. Namun, begitu didekati, wajahnya berubah pucat, matanya kosong, dan tubuhnya perlahan menghilang diselimuti kabut tipis.
Beberapa sopir angkot juga bercerita pernah menjemput seorang penumpang cantik di sekitar jembatan. Penumpang itu duduk diam, meminta diantar ke tempat tertentu. Namun ketika sampai di tujuan dan sopir menoleh ke belakang, kursi itu kosong.
Ada pula penjaga malam di sekitar kawasan Ancol yang mendengar suara tawa pelan perempuan, diiringi langkah kaki ringan di atas jembatan pada pukul dua dini hari. Saat dicari sumber suaranya, yang terlihat hanya bayangan putih menari di permukaan air hitam pekat.
Legenda Si Manis Jembatan Ancol begitu melekat dalam ingatan masyarakat Jakarta. Cerita ini diangkat ke layar kaca pertama kali pada tahun 1994 melalui film berjudul sama yang diperankan oleh Diah Permatasari. Sosok Si Manis digambarkan sebagai hantu cantik yang tidak selalu jahat, melainkan arwah yang terjebak antara dendam dan kesedihan.


