Menjelajahi Budaya Sasak hingga Sumbawa di Museum Negeri NTB

14 Shares

HOLOPIS.COM, MATARAM – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kini semakin gencar mengoptimalkan koleksi manuskrip kuno sebagai daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi utama.

Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya museum untuk meraih status Museum Grade A, yang menegaskan posisinya bukan sekadar tempat penyimpanan benda mati, melainkan pusat memori kolektif yang dinamis dan interaktif.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Pihak museum, yang dipimpin oleh Kepala Museum Ahmad Nuralam, menegaskan bahwa koleksi manuskrip kuno beberapa di antaranya berusia ratusan tahun dan terdiri dari naskah lontar serta kitab kuno yang ditulis di daun nipah dianggap sebagai harta karun tak ternilai.

Koleksi ini merekam perjalanan sejarah, sastra, dan ilmu pengetahuan lokal, sekaligus menjadi bukti kekayaan literasi leluhur NTB. Prioritas utama museum saat ini adalah memastikan koleksi ini tidak hanya tersimpan rapi, tetapi juga dapat dinikmati dan dipahami secara luas oleh generasi muda.

- Advertisement -

Selain menjelajahi pameran inti yang menampilkan naskah-naskah lontar dan kitab kuno, yang menjadi catatan sejarah dan budaya Lombok serta Sumbawa, Museum Negeri NTB menawarkan beragam kegiatan yang melampaui sekadar melihat koleksi, menjadikannya destinasi edukasi yang interaktif:

Misalnya dengan mengikuti sesi bedah naskah singkat yang merupakan program edukasi interaktif yang memungkinkan pengunjung mendalami isi manuskrip melalui replika dan penjelasan mendalam.

Kemudian anda juga dapat eksplorasi pameran etnografi. Menjelajahi berbagai benda etnografi, seperti alat musik tradisional, pakaian adat, senjata tradisional, dan artefak rumah tangga yang menunjukkan kehidupan masyarakat Sasak, Samawa (Sumbawa), dan Mbojo (Bima).

Jika datang pada hari tertentu wisatawan juga dapat mengikuti pameran temporer: Museum secara rutin mengadakan pameran temporer tematik yang mengangkat isu atau koleksi khusus secara bergantian.

Sedangkan bagi yang berencana untuk ke tempat ini, ada juga program edukasi khusus. Sebuah program edukasi yang disesuaikan untuk rombongan pelajar dan mahasiswa, menjamin pengalaman belajar yang relevan dengan kurikulum.

Museum juga mempertahankan jam operasionalnya yang ramah wisatawan, bahkan buka pada hari Sabtu dan Minggu (08.00 – 13.00 WITA), menjadikannya pilihan ideal untuk agenda wisata edukasi keluarga di akhir pekan.

Dengan koleksi yang terus dioptimalkan dan inovasi dalam penyajiannya, Museum Negeri NTB tidak hanya menjadi monumen ingatan, tetapi juga destinasi wajib bagi siapa pun yang ingin menyelami akar budaya Lombok dan Sumbawa secara mendalam.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
14 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis