Google Play Store Punya Aturan Baru: Aplikasi Boros Baterai Siap-Siap Kena Sanksi

12 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Google akan makin tegas terhadap aplikasi Android yang diam-diam menguras baterai ponsel penggunanya. Melalui kebijakan baru di Google Play Store, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu akan memberikan peringatan dan sanksi untuk aplikasi yang terbukti menyebabkan baterai cepat habis.

Langkah ini merupakan bagian dari pembaruan standar teknis untuk para pengembang (developer) yang akan mulai berlaku pada 1 Maret 2026.

- Advertisement -

Fokus utamanya adalah mengontrol perilaku aplikasi yang disebut “wake locks” kondisi ketika ponsel tidak bisa masuk mode tidur sepenuhnya karena ada aplikasi yang tetap memaksa bekerja di latar belakang.

Menurut Google, wake locks adalah penyebab utama baterai ponsel cepat terkuras. Karena itu, perusahaan menetapkan batas baru: sebuah aplikasi akan dikategorikan boros daya bila membuat perangkat tetap aktif selama lebih dari dua jam kumulatif dalam periode 24 jam.

- Advertisement -

Namun, Google tetap memberikan pengecualian untuk aplikasi dengan aktivitas latar belakang yang memang dibutuhkan, seperti pemutar musik, layanan pesan, atau aplikasi pengiriman data real-time.

Jika sebuah aplikasi terbukti melanggar aturan ini dan tidak segera diperbaiki, Google akan menampilkan label peringatan di Play Store, yang memberi tahu pengguna bahwa aplikasi tersebut bisa menyebabkan baterai cepat habis.

Bahkan, dalam beberapa kasus, Google akan menurunkan visibilitas aplikasi itu di hasil pencarian dan daftar rekomendasi, sehingga lebih sulit ditemukan pengguna, seperti dikutip Holopis.com dari Engadget, Kamis (13/11/2025)

Kebijakan ini tak hanya berlaku untuk ponsel, tetapi juga diperluas ke perangkat wearable seperti smartwatch. Untuk perangkat pintar ini, aplikasi dianggap boros baterai jika menggunakan lebih dari 4,44% daya per jam selama periode aktif.

Google menjelaskan, aturan baru ini bertujuan mendorong pengembang membuat aplikasi yang lebih efisien dan transparan. Dengan begitu, pengguna bisa merasa lebih aman, sementara daya tahan baterai perangkat Android bisa bertahan lebih lama.

Mulai tahun depan, pengguna Android akan lebih mudah mengenali mana aplikasi yang “ramah baterai” dan mana yang justru “rakus daya”. Dengan langkah ini, Google berharap ekosistem Play Store menjadi lebih sehat dan efisien bagi semua pengguna.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru