Ia menyebut sektor industri pengolahan, perdagangan, dan transportasi jadi faktor penopang utama.
Bagi Khofifah, pencapaian itu juga mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi investasi Jatim. Dia menekankan iklim investasi Jatim kondusif dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah.
Selain itu, Pemprov Jatim juga perluas akses kesempatan kerja melalui berbagai program. Salah satunya dengan menyediakan Job Fair Inklusif 2025 yang menyediakan 5.589 lowongan dari 67 perusahaan, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Kemudian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga buka enam paket pelatihan gratis di Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Wonojati Malang. Langkah itu untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
“Kami terus memperkuat sinergi lintas sektor agar tenaga kerja Jawa Timur makin kompeten, produktif, dan berdaya saing,” tutur Khofifah.
Khofifah menyampaikan dengan penurunan TPT tertinggi di Jawa juga jadi bukti nyata bahwa sinergi yang dibangun selama ini berdampak positif.
“Menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inilah kekuatan kolektif Jawa Timur yang berdaya, saling menopang, dan terus bertumbuh,” katanya.


