SETARA Institute Harap Negara Serius Sikapi Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta

38 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan mengatakan bahwa negara harus bersikap secara serius atas insiden ledakan yang terjadi di Masjid SMAN 72 Jakarta pada hari Jumat, 7 November 2025 kemarin.

Apalagi insiden tersebut berkaitan dengan tindakan ekstremisme kekerasan yang selama ini terkesan senyap, setidaknya sepanjang tiga tahun terakhir.

- Advertisement -

“Peristiwa di SMA 72 Jakarta merupakan alarm peringatan bahwa kesiapsiagaan dan langkah prevensi mesti selalu dilakukan guna menghindari terjadinya keberulangan dan mencegah ekstremisme berbasis kekerasan,” kata Halili dalam siaran persnya yang diterima Holopis.com, Minggu (9/11/2025).

Ia meminta agar pemerintah dalam hal ini sebagai penyelenggara negara untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai situasi yang sangat serius.

- Advertisement -

Terlebih, ditemukan nama-nama teroris dunia yaitu “Brenton Tarrant” pelaku teror di Selandia Baru dan “Alexandre Bissonnette” pelaku teror di Kanada, serta narasi “Welcome to Hell” di senapan mainan yang diduga milik terduga pelaku, karena ini bisa merupakan penegas bahwa tragedi tersebut bukanlah peristiwa kriminal biasa, namun patut diduga mengarah pada terorisme.

“Tragedi di SMA 72 Jakarta ini mesti dicatat sebagai peringatan bahwa permasalahan ekstremisme berbasis kekerasan di usia dini masih lah besar dalam tata kebinekaan Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya negara, Halili juga menyebut bahwa ini merupakan tugas bersama semua komponen bangsa Indonesia.

“Tragedi tersebut menegaskan bahwa seluruh pihak mesti bekerja sama dan terlibat daam agenda dalam mencegah dan menangani kompleksitas eksremisme kekerasan,” tutur Halili.

Apalagi kata dia, derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi telah melipatgandakan kompleksitas persoalan pencegahan dan penanganan keterpaparan, terutama di kalangan generasi muda.

“Upaya-upaya peningkatan literasi kebangsaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan harus dilakukan secara lebih massif untuk mencegah keterpaparan masyarakat dan generasi muda kita dengan ideologi dan narasi ekstremisme-kekerasan,” sambungnya.

Paparan Radikalisme ke Anak Usia Dini

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
38 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru