HOLOPIS.COM, JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Hendry Munief, menyoroti perlunya optimalisasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif (UU Ekraf) sebagai landasan hukum dalam memperkuat industri film nasional.
Menurutnya, subsektor perfilman memiliki potensi besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.
“Kalau kita lihat, kontribusi ekonomi subsektor perfilman cukup besar, mencapai Rp157 triliun atau 6,2 persen dari PDB ekonomi kreatif. Ini potensi yang luar biasa, tapi perlu diatur dari hulu ke hilir agar manfaatnya bisa dirasakan luas,” ujar Hendry seperti yang Kutip Holopis.com dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.
Hendry mengingatkan bahwa proses penyusunan UU Ekraf yang berlangsung hampir satu tahun telah menghasilkan dasar hukum yang kuat bagi pengembangan sektor kreatif di Indonesia. Ia pun mendorong pemerintah agar lebih serius dalam mengimplementasikan aturan tersebut untuk memperkuat ekosistem industri film nasional.
“Undang-undang ini mengatur agar ekonomi kreatif bisa tumbuh lewat riset, pendidikan, pembiayaan, dan sistem pemasaran yang kuat. Tapi implementasinya masih perlu diperkuat supaya pelaku usaha, terutama production house, bisa benar-benar bergairah,” ujarnya.
Politisi PKS asal Dapil Riau I itu juga menilai pentingnya sinergi antara industri film dan sektor pariwisata. Menurutnya, film dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan potensi wisata daerah ke tingkat nasional maupun internasional.
“Desa wisata kita banyak yang potensial, tapi belum terangkat. Kalau film bisa mengangkat potensi daerah, kenapa tidak diberi insentif? Ini sejalan dengan misi pemerintah untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Hendry.
Ia juga mencontohkan hasil kunjungan kerjanya ke Batam, di mana Infinity Studio mampu memproduksi ribuan film animasi untuk pasar internasional.
“Ternyata banyak film luar negeri yang diproduksi oleh anak-anak muda kita sendiri. Ini bukti bahwa SDM kita sangat kreatif, tinggal bagaimana pemerintah memberi ruang dan dukungan agar mereka bisa berkembang,” tegasnya.


