Tragedi Terowongan Paledang 2000 : Kisah Kelam 20 Pelajar Tewas di Atap Kereta Api

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Terowongan Paledang di Bogor bukan hanya sekadar jalur rel yang menghubungkan Stasiun Bogor ke arah Sukabumi saja, terowongan tua yang dibangun pada masa kolonial Belanda ini juga menyimpan kisah kelam yang hingga kini masih dibicarakan.

Salah satu tragedi paling dikenang adalah peristiwa tahun 2000, ketika 20 pelajar tewas mengenaskan di atas atap kereta api saat melewati terowongan tersebut. Peristiwa itu bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga menghadirkan cerita-cerita mistis yang terus hidup sampai hari ini.

- Advertisement -

Tragedi tersebut terjadi ketika sekelompok pelajar nekat menaiki atap kereta ekonomi yang penuh sesak. Pada masa itu, kereta api sering menjadi pilihan transportasi murah, dan banyak penumpang, terutama anak sekolah. Mereka bahkan terpaksa duduk berdesakan hingga ke atap gerbong. Namun, perjalanan yang mereka kira biasa, berubah menjadi petaka ketika kereta memasuki Terowongan Paledang yang panjang dan rendah.

Begitu kereta masuk terowongan, sebagian dari mereka yang berada di atas gerbong tidak sempat menunduk. Atap terowongan yang rendah membuat tubuh-tubuh mereka terhantam keras. Teriakan dan suara benturan mengerikan menggema di dalam terowongan yang gelap. Ketika kereta keluar dari terowongan, beberapa pelajar ditemukan sudah tidak bernyawa, sementara lainnya mengalami luka parah. Total, 20 pelajar meninggal di tempat hari itu. Kejadian tersebut menjadi salah satu tragedi transportasi paling memilukan dalam catatan wilayah Bogor.

- Advertisement -

Sejak saat itu, masyarakat sekitar mulai mempercayai bahwa terowongan tersebut tidak pernah benar-benar tenang. Banyak warga dan masinis melaporkan kejadian-kejadian aneh di sekitar terowongan. Ada yang mengaku mendengar suara langkah kaki di atas gerbong ketika kereta melintas malam hari, padahal atap jelas kosong. Beberapa lainnya mendengar suara teriakan samar, seolah seseorang sedang meminta tolong dari dalam gelap.

Para petugas kereta juga sering bercerita tentang penampakan bayangan putih berlari di tepi rel, lalu menghilang tepat sebelum kereta memasuki terowongan. Bahkan ada kisah tentang sosok remaja berseragam sekolah yang terlihat duduk sendirian di dalam gerbong kosong pada malam hari, namun lenyap tanpa jejak begitu didekati.

Warga sekitar percaya bahwa arwah para pelajar yang tewas masih terjebak di tempat itu. Mereka meninggal tiba-tiba, tanpa sempat berpamitan, sehingga roh mereka konon masih mencari jalan pulang. Meski begitu, tidak sedikit juga yang mengingatkan bahwa kisah-kisah ini adalah bentuk peringatan agar manusia tidak menantang bahaya.

Hingga kini, Terowongan Paledang masih dilintasi kereta setiap hari. Namun suasana di sekitarnya terasa berbeda, terutama ketika malam turun. Jalan menuju terowongan tampak lengang, lampu-lampu terlihat redup, dan udara menjadi lebih dingin dari biasanya. Banyak orang memilih tidak berjalan sendirian melalui area itu selepas magrib.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis