HOLOPIS.COM, CEBU – Topan Kalmaegi menerjang sebagian wilayah negara Filipina. Imbas badai mencekam itu, laporan sementara 140 orang tewas dan 127 lainnya dinyatakan hilang.
Mengutip Bangkok Post, Kamis (6/11/2025), badai Kalmaegi itu memunculkan banjir dahsyat di Filipina. Banjir dahsyat yang belum pernah terjadi melanda kota-kota di Provinsi Cebu.
Selain itu, banjir juga menyapu mobil, rumah-rumah yang dekat sungai, pohon besar yang tumbang, hingga mobil kontainer .
Kantor Pertahanan Sipil Filipina, mengonfirmasi pada Kamis hari ini jumlah angka kematian sementara mencapai 114 yang dilaporkan. Tapi, jumlah itu belum termasuk 28 korban tewas sementara yang dicatat oleh otoritas provinsi Cebu.
Pun, kondisi di Liloan, wilayah yang dekat dengan Cebu ada 35 jenazah yang ditemukan terseret dari daerah tergenang banjir. Dari laporan jurnalis AFP, ada mobil-mobil masih bertumpuk imbas banjir dahsyat.

Salah seorang warga Lilon, Christine Aton, menceritakan banjir mencekam yang menerjang rumah mereka. Saat itu, ia ingin coba menyelamatkan kakak perempuannya, Michelle yang berada di kamar.
Upaya Aton saat itu dengan mencongkel pintu kamar dengan pisau dapur dan linggis. Tapi, tidak berhasil.
“Saya membuka jendela dan ayah saya dan saya berenang keluar. Kami menangis karena ingin menyelamatkan kakak perempuan saya,” kata Aton.
Dari laporan Anadolu, sebagian besar korban jiwa korban badai mencekam di Filipina itu dilaporkan dari Visayas Tengah. wilayah itu merupakan yang terparah terkena dampak di negara tersebut.
Visayas Tengah merupakan wilayah administratif yang mencakup provinsi Bohol, Cebu, Negros Oriental, dan Siquijor.

