Air membantu membuat tinja tetap lembut dan sistem pencernaan bekerja lancar. Ketika kamu kekurangan cairan, feses bisa menjadi keras dan sulit dikeluarkan itulah yang menyebabkan sembelit.
Jika kamu mulai merasa buang air besar jadi jarang atau lebih susah dari biasanya, mungkin ini saatnya memperbaiki kebiasaan minum airmu.
5. Warna Urine Lebih Gelap
Warna urine bisa jadi indikator bagus apakah tubuhmu cukup cairan atau tidak. Ketika kurang minum, ginjal akan menyimpan lebih banyak cairan agar fungsi-nya tetap berjalan. Akibatnya urine keluar lebih sedikit dan warnanya jadi lebih gelap, bahkan berbau lebih kuat.
Biasakan melihat warna urine, jika kuning muda hingga transparan, bisa dibilang cukup; kalau kuning gelap atau kecoklatan, bisa jadi sinyal untuk minum lebih banyak.
6. Kulit Kering
Kulit adalah organ terbesar tubuh dan butuh cairan agar tetap sehat, kenyal, dan elastis. Ketika asupan air kurang, produksi keringat bisa menurun, kulit jadi kehilangan kekenyalan dan elastisitasnya, muncul garis-garis halus, bahkan bisa terkelupas.
Jika kulitmu jadi lebih kasar atau gampang terasa kering terutama setelah mandi atau di udara kering, bisa jadi faktor kurang minum air juga ikut berperan.
Air memiliki banyak tugas penting dalam tubuh yakni membantu sirkulasi darah, mengeluarkan racun lewat urine, menjaga suhu tubuh, membantu pencernaan, serta menjaga kesehatan kulit dan mata.
Ketika tubuh kekurangan air, seluruh sistem kerja tubuh bisa terganggu akibatnya muncul gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

