Prof Romli Nilai Prabowo Komitmen Berantas Mafia dan Koruptor

24 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pakar Hukum Pidana dari Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Romli Atmasasmita menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Hal ini dilihat dari bagaimana Prabowo memerintahkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam hal bersih-bersih koruptor di lingkungan Kementerian Keuangan.

Tidak hanya di lingkungan Kementerian Keuangan, seperti Direktorat Bea Cukai maupun Direktorat Pajak. Akan tetapi menyasar ke berbagai lini, hingga ke pemerintahan daerah yang berkaitan dengan sektor keuangan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tidaklah main-main terbukti dengan memberikan perintah kepada Menteri Keuangan Purbaya Sadewa untuk memberantas kegiatan ilegal terutama oleh aparatur Bea Cukai, perpajakan dan pengusaha hitam atau oligarkhi yang selalu melakukan intervensi dan menjual pengaruhnya kepada aparatur pelaksana pemerintahan baik di Pusat maupun di Daerah-daerah,” kata Prof Romli dalam siaran persnya yang diterima Holopis.com, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, persoalan korupsi yang dijalankan oleh sindikasi dan mafia memang sudah terlalu lama tumbuh subur di Indonesia. Bahkan mereka telah menginvasi ke berbagai lini struktur pemerintahan dan negara.

- Advertisement -

“Kegiatan mafia tidak dapat dicegah atau diatasi oleh aparatur penegak hukum, berhubung selalu memperoleh perlindungan dari pejabat-pejabat pemerintahan, legislative dan aparatur TNI/Polri,” ujarnya.

Bahkan Prof Romli pun menyinggung mafia yang berpusat di Italia. Ia menyebut jika mereka memiliki jaringan internasional yang luas dan dikenal merupakan suatu organisasi yang bergerak dalam kejahatan yang bersifat transnasional seperti pencucian uang (money-laundering), perjudian online, kejahatan keuangan dan perbankan serta memiliki pengaruh dan berkawan karib dengan pejabat pemerintah terutama oknum aparatur hukum.

Begitupula mafia di masyarakat urban di Indonesia; tampak persamaannya dalam aktivitas ilegal yang terjadi dan dipastikan terdapat kompensasi timbal balik antara keduanya, jasa dan uang jasa yang mengalir dari mafia kepada para pelindungnya setiap bulan.

“Tidak dapat disangkal dan telah terbukti dari hasil pengungkapan organisasi mafia di Italia, Columbia dan Venexuela,” tutur Prof Romli.

Diterangkan Prof Romli, bahwa fenomena mafia di Indonesia memang semakin marah. Persaingan dalam aktivitas bisnis dan dunia usaha pada umumnya termasuk kegiatan impor dan ekspor serta dalam bidang kepabeanan dan perpajakan.

Menurutnya, hal ini yang akhirnya membuat kegiatan ilegal mafia telah memberikan keuntungan ribuan trilyun jika terjadi selama 78 (tujuh puluh delapan tahun) lamanya. Maka tak heran ketika semua keuntungan yang didapat tersebut bisa digunakan untuk mempengaruhi struktur dan mekanisme organisasi pemerintah suatu negara.

Maka dari itu, akan sangat masuk akal ketika sosok Prabowo Subianto yang senantiasa menjaga integritas dan jiwa patriotisme yang tinggi geram dengan maraknya korupsi di Indonesia, dan sangat ingin melakukan pemberantasan secara masif.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis