Setelah diinterogasi, terungkap motif di balik aksi brutal tersebut. Pelaku mengaku tersulut emosi karena merasa sering diperlakukan kasar oleh korban.
“Kalau keterangan pelaku didatangi, pengakuannya dia sering mau dipukul. Cuma belum sempat dipukul,” sebut Herry.
“Pengakuannya dia dipukul terlebih dahulu oleh korban, kemudian dia balas pakai sajam parangi korban,” lanjutnya.
Herry menjelaskan, hubungan antara keduanya adalah mertua dan menantu tiri.
“Korban itu menantu tiri dari pelaku. Pelaku adalah mertuanya,” ujarnya.
Kini, Daeng Baso telah dibawa ke Mapolsek Parangloe untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
- Advertisement -

