HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siaga menghadapi banjir rob yang diprakirakan terjadi pada pekan ini. Strategi komprehensif untuk mengantisipasi banjir rob bakal dilakukan dengan fokus pada pencegahan, mitigasi dan tanggap cepat.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim mengatakan upaya pencegahan dan mitigasi itu dilakukan dengan penyiagaan personel dan peralatan.
“Dinas SDA telah mengerahkan Pasukan Biru (tim tanggap darurat) secara penuh,” kata Chico, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, (6/11/2025).
Dia menjelaskan penyiagaan personel itu bakal difokuskan untuk tujuh wilayah rawan utama. Adapun tujuh wilayah itu Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Pasar Ikan, Ancol Marina day Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Kali Baru serta Marunda.
Lalu, ada juga 560 unit pompa permanen (stasioner) yang siaga operasional di 11 wilayah pesisir termasuk Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit dan Ancol. Pompa itu memiliki kapasitas total 1,2 juta liter per menit.
Pun, Pemprov DKI juga menyiapkan 50 unit pompa portable (mobile) yang dikerahkan untuk drainase darurat. Dari data Pemprov DKI, 95 persen pompa saat ini dalam kondisi prima dengan perawatan terus dilakukan secara rutin.
Selain itu, Pemprov DKI juga mengeruk saluran drainase utama di pesisir sepanjang 15 kilometer (km) sejak 22 Oktober 2025. Dari pengerukan itu menghasilkan 1.500 karung lumpur.
Namun, untuk drainase di Marunda dan Kali Baru masih rentan tersumbat karena sedimentasi. Kondisi itu membuat tim rutin memantau dengan pesawat nirawak (drone).
Chico menambahkan Pemprov DKI juga menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah itu dilakukan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang memperparah rob.
Langkah itu OMC dilakukan pada cuaca pada 5-10 November 2025. Dalam OMC, Pemprov DKI menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara (AU).
“Hal ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah utara Jakarta,” kata Chico.

