HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai bahwa Yogyakarta memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar ini bukan sekadar pusat pendidikan dan budaya, melainkan juga ruang hidup bagi tumbuhnya semangat keindonesiaan.
“Jadi kemarin kita itu menginput suara dari orang Yogya, yang pernah ke Yogya dan yang pernah belajar di Yogya. Apa kesan mereka tentang Yogya dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya seperti yang dikutip Holopis.com dari Podcast Youtube Mahfud MD Official.
Mahfud menilai bahwa Yogyakarta merupakan contoh unik bagaimana nilai-nilai tradisi dan demokrasi bisa berjalan beriringan. Ia menyebut bahwa meski Yogyakarta mewarisi sistem budaya feodalisme, namun justru di kota inilah nilai-nilai demokrasi tumbuh dan berkembang dengan kuat.
“Betapa Yogya yang mewarisi feodalisme tapi menjadi persemaian demokrasi dan mengembangkan demokrasi di Indonesia. Jadi kita lihat Yogya sebagai satu kota yang bisa maintain nilai-nilai itu di Indonesia,” kata Mahfud.
Menurutnya, sistem feodalisme di Yogyakarta tidak bisa dipahami secara sempit sebagai bentuk kekuasaan yang mengekang. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut telah bertransformasi menjadi bagian dari budaya yang menanamkan rasa hormat, tata krama, dan kearifan lokal.
“Tapi Yogya sebagai mewarisi tradisi feodalisme sebagai budaya, bukan sebagai struktur kekuasaan. Budaya definisinya hasil gaya, cipta, karya, dan karsa. Artinya kearifan dalam hidup itu ada di dalam budaya, dan potret itu sebenarnya ada di Jogja,” jelasnya.
Mahfud menambahkan, nilai-nilai yang hidup di Yogyakarta menunjukkan bagaimana masyarakat bisa memadukan antara penghormatan terhadap tradisi dan semangat modernitas. Kehidupan sosial yang terbuka, peran aktif mahasiswa, dan suasana intelektual menjadikan Yogyakarta tempat ideal untuk memahami jati diri bangsa.
“Jadi ya belajar keindonesiaan di Yogya,” tutupnya.


