Mendag Busan Dorong Inklusivitas dalam Merespons Tantangan Ekonomi Global di KTT APEC 2025

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAMenteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso (Busan) ikut serta hadir di Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau KTT APEC 2025. Pada pertemuan tingkat Menteri dalam agenda tersebut di Gyeongju, Korea Selatan, Kamis (30/10), Mendag Busan menyampaikan baha APEC perlu terus menjunjung prinsip inklusivitas dalam merespons tantangan ekonomi global saat ini.

Hal ini menjadi penting untuk memastikan semua Ekonomi APEC terus berkembang bersama-sama tanpa ada yang tertinggal. Oleh karena itu, berbagai strategi untuk memastikan APEC tetap relevan dalam ekonomi global harus terus diiringi upaya mengatasi kesenjangan antar-Ekonomi

“Kita perlu mengatasi tantangan seperti ketimpangan akses, kesenjangan infrastruktur, dan kebutuhan tata kelola data yang baik. Kita juga perlu memperkuat kerja sama dan konektivitas serta memastikan tidak ada Ekonomi yang tertinggal. Upaya untuk menjembatani kesenjangan pembangunan harus tetap menjadi prioritas bersama investasi pada infrastruktur digital, pembangunan kapasitas, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja,” kata Mendag Busan, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi global yang berangsur pulih tetap dihadapkan pada tantangan seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, serta fragmentasi rantai pasok. Meskipun begitu, tantangan dalam pertumbuhan ekonomi juga membawa peluang transformasi yang dapat dimanfaatkan semua Ekonomi APEC.

“Kita dapat memanfaatkan momentum ini untuk berinvestasi pada industri hilir, memperkuat ekonomi hijau, serta memanfaatkan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Pendekatan APEC terhadap AI harus bersifat inklusif dan hati-hati dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi serta tingkat kesiapan Ekonomi APEC,” kata Mendag Busan.

Mendag Busan juga menyampaikan sikap Indonesia terkait risiko kian meningkatnya fragmentasi rantai pasok yang mengubah tatanan perdagangan global. Ia mengatakan, Indonesia konsisten mendukung peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pilar utama perdagangan multilateral yang berbasis pada aturan (rules-based). Indonesia pun mendukung berbagai upaya kolektif untuk memulihkan sistem penyelesaian sengketa dengan cara menggerakkan kembali badan banding WTO.

- Advertisement -

“Kredibilitas WTO bertumpu pada pemeliharaan dialog yang terbuka, kepastian aturan, dan kepercayaan antaranggota. Konsensus tetaplah menjadi elemen penting bagi legitimasi dan inklusivitas WTO. Sementara itu, inisiatif plurilateral yang terbuka dan inklusif harus bersifat melengkapi multilateralisme, bukan menggantikannya,” kata Mendag Busan.

Untuk itu, Mendag Busan menyampaikan, Indonesia mendukung peran kepemimpinan APEC dalam memperkuat multilateralisme. Indonesia juga siap bekerja sama dengan APEC untuk mewujudkan kerja sama multilateral yang seimbang dan substantif melalui Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO di Kamerun pada 2026 mendatang.

“Indonesia juga mendorong agar pembahasan yang telah dimulai sejak KTM ke-13 terus dilanjutkan, termasuk di bidang pertanian, subsidi perikanan, niaga elektronik (e-commerce), dan reformasi WTO,” pungkas Mendag Busan.

Sesi Kedua Pertemuan Tingkat Menteri APEC mengambil tema “Connect”. Sesi ini mendiskusikan prioritas kebijakan APEC untuk memperkuat ketahanan rantai pasok dan memanfaatkan teknologi baru seperti AI yang mendukung fasilitasi perdagangan. Sesi ini juga membahas peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan APEC dalam menghadapi fragmentasi rantai pasok global.

Sebelum berlangsung sesi kedua, Menteri Luar Negeri Korea Duta Besar Cho Hyun dan Menteri Perdagangan Korea Han-Koo Yeo membuka Pertemuan Tingkat Menteri APEC, dilanjutkan dengan sesi pertama yang mengusung tema “Innovate and Prosper”. Pada sesi tersebut, hadir Menteri Luar Negeri RI Sugiono. Sesi pertama mendiskusikan langkah APEC dalam memanfaatkan peluang, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengatasi tantangan regional bersama para menteri APEC lainnya. Upaya ini ditempuh melalui kerja sama digital yang mencakup pemanfaatan AI, serta dinamika demografi dan industri kreatif.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Achmad Husin Alifiah
Achmad Husin Alifiah
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU