HOLOPIS.COM, JAKARTA – Platform streaming raksasa Netflix tengah menyiapkan langkah baru dalam dunia hiburan digital dengan menghadirkan format video vertikal di perangkat seluler. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Netflix untuk menguji jenis konten baru yang lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna masa kini.
Seperti yang dikutip Holopis.com dari techcrunch, Chief Technology Officer (CTO) Netflix, Elizabeth Stone, menjelaskan bahwa Netflix tidak bermaksud bersaing langsung dengan platform video pendek seperti TikTok atau aplikasi lain yang berdurasi singkat lainnya, melainkan ingin memanfaatkan potensi platform mobile dengan lebih luas.
“Ada saat di mana penonton ingin menonton serial, film, atau bermain game di Netflix. Namun ada juga waktu ketika mereka mencari sesuatu yang lebih ringan dan cepat dikonsumsi,” ujar Stone.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Netflix mulai menguji fitur video vertikal pada aplikasinya. Fitur ini memungkinkan pengguna menelusuri cuplikan singkat dari serial dan film original Netflix dengan cara menggeser layar seperti di aplikasi video pendek lainnya. Hal tersebut dilakukan agar pengguna terinspirasi untuk menonton tayangan penuh setelah melihat potongan videonya.
Stone juga menegaskan bahwa Netflix memiliki rencana yang lebih besar untuk format ini. Ia menyinggung fitur bernama Moments, yang nantinya akan memungkinkan pengguna memotong dan membagikan adegan favorit dari film atau serial ke media sosial.
“Kami sedang berinovasi melalui Moments yang memungkinkan koneksi sosial antar anggota Netflix. Sehingga pengguna bisa mengambil potongan video dan membagikannya ke jaringan mereka,” jelasnya.
Stone juga mengungkapkan bahwa Netflix akan menggunakan format video vertikal untuk mengembangkan jenis konten baru, termasuk podcast visual. Beberapa konten podcast bahkan akan hadir secara eksklusif di Netflix dan Spotify, sehingga dapat dinikmati baik di perangkat seluler maupun televisi pintar mulai 2026 mendatang.
“Beberapa konten ini akan mulai dirilis dalam beberapa kuartal mendatang dan akan terus berkembang sepanjang tahun 2026,” tambah Stone.

