Mengintip Pulau Kucing Aoshima di Jepang yang Kondisinya Hampir Jadi Pulau Kosong

12 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Berlibur ke negeri Sakura Jepang, tentunya akan jadi pengalaman yang sangat menyenangkan, mengingat Jepang merupakan salah satu negara maju yang memiliki segudang daya tarik sendiri.

Tapi bagaimana jika melihat sisi lain Jepang melalui sebuah pulau kucing yang terletak di Aoshima Island. Pulau Kucing Aoshima merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di Prefektur Ehime, Jepang. Pulau ini sempat viral di media sosial karena memiliki jumlah kucing yang lebih banyak dibandingkan dengan populasi manusia yang ada di pulau tersebut.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Awalnya, kucing dibawa ke pulau tersebut untuk membasmi tikus pada tahun 1940-an, tetapi kemudian berkembang biak dan menjadi daya tarik bagi pengunjung. Meskipun populer, pulau ini bukan destinasi wisata komersial karena tidak terdapat restoran atau toko sama serta pulau tersebut hanya dihuni oleh beberapa orang penduduk lokal yang merupakan lanjut usia (lansia).

Untuk menuju ke sini jelas dibutuhkan usaha yang kuat karena selain letaknya di pedesaan Jepang, akomodasi ke lokasi juga cukup terbatas. Bahkwn untuk menyebrang kenpulau tersebut hanya bisa di akses menggunakan kapal ferry dengan kurang lebih memakan waktu perjalanan sekitar 35 menit.

- Advertisement -

“Adapun kapal tersebut juga melayani dengan hanya di jam-jam tertentu dengan skema one trip sana. Untuk sekali perjalanan kita dikenakan biaya 1.400 yen atau sekitar Rp150 ribu,” ujar Elang Prasetia (15), salah satu turis asal Indonesia kepada Holopis.com.

Meskipun aksesnya sulit, semua terbayarkan saat sampai di sana karena langsung disambut dengan kucing-kucing yang menggemaskan. Mereka tanpa malu akan mengeyong manja kepada wisatawan yang datang.

“Kucingnya lucu-lucu gembul, cuma ada beberapa yang matanya sakit gitu kasihan. Sekarang cuma ada dua orang aja penghuni di sana yaitu seorang kakek dan nenek,” katanya.

Meski begitu, sayangnya kemungkinan besar pulau ini tidak akan bertahan lama. Kucing-kucing di sana diketahui sudah berumur tua yakni rata-rata berusia 7 tahun.

Buruknya, ada sisi lain dari Aoshima yang tidak terlihat di media sosial di manq sejak program sterilisasi massal pada 2018, tidak ada lagi anak kucing yang lahir. Dari 200 ekor kucing yang pernah ada, kini hanya tersisa sekitar 20 ekor saja.

“Dengar-dengar pulau ini juga bakalan segera ditutup. Jadi bagi pecinta kucing segeralah datang sebelum cerita tentang kucing menggemaskan inin hanya tinggal kenangan,” tutupnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis