HOLOPIS.COM, BALI – Kawasan wisata internasional Sanur yang ramai kini punya peran baru yaitu menjadi panggung peluncuran destinasi-destinasi “rahasia” Indonesia yang dijuluki The New 3B (Bali Barat, Bali Utara, dan Banyuwangi).
Inisiatif dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) ini bertujuan untuk mengalihkan sorotan wisatawan dari kemewahan Bali Selatan menuju kekayaan otentik di Buleleng, Jembrana, dan Banyuwangi.
Selama ini, Denpasar, Gianyar, dan Badung memegang takhta utama kunjungan wisata. Namun, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa pergeseran diperlukan untuk pemerataan ekonomi.
“BBWI di Sanur adalah strategi kami untuk mendistribusikan keajaiban Indonesia secara lebih merata. Bali Barat, Bali Utara, dan Banyuwangi memiliki daya tarik yang luar biasa, otentik, dan siap untuk dijelajahi,” ujar Made di Jakarta.
Jantung dari promosi 3B ini terletak pada Desa Wisata. Dalam pameran yang melibatkan 23 pelaku industri, Kemenpar secara khusus menampilkan tujuh desa unggulan yang menjanjikan pengalaman mendalam dan berbeda dari wisata massal.
Desa-desa ini tersebar di tiga wilayah yakni Jembrana, yang menyuguhkan Desa Wisata Manistutu dan Desa Wisata Medewi (terkenal dengan ombaknya yang tenang).
Kemudian Banyuwangi, yang menonjolkan Desa Wisata Gombengsari, Desa Wisata Kemiren, dan Desa Wisata Tamansari (sebagai pusat budaya dan tradisi suku Osing).
Serta Buleleng, yang menawarkan Desa Wisata Sambangan dan Desa Wisata Sudaji (dikenal sebagai surga air terjun dan alam pegunungan). Menurut Made, desa wisata adalah kunci untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, dan menampilkan kekayaan budaya serta alam secara berkelanjutan.
Suasana pameran BBWI tidak hanya diisi dengan transaksi paket wisata, tetapi juga gemerlap budaya dari ketiga wilayah tersebut. Pengunjung dimanjakan dengan penampilan langka yang mewakili kearifan lokal, di antaranya berupa Kesenian Rinting Pitu dari Jembrana, Tari klasik Trunajaya dari Buleleng, serta Tari Gandrung, Tari Aji Jaran Goyang, dan Tari Jaranan Buto yang energik dari Banyuwangi.
Pemilihan Sanur sebagai lokasi pameran ini sendiri bukan tanpa alasan. Sanur dinilai sebagai titik temu yang strategis, memiliki infrastruktur lengkap, dan merupakan hub yang dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadikannya jembatan yang ideal untuk memperkenalkan destinasi 3B.
Dengan fokus pada destinasi otentik dan budaya, Kemenpar optimis bahwa program 3B akan menjadi senjata ampuh untuk mencapai target 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 14-15 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025, sekaligus mendorong peningkatan spending dan perpanjangan masa tinggal wisatawan.

