HOLOPIS.COM, JAKARTA – Instagram kembali memanjakan penggunanya lewat fitur baru bernama “Watch History”, yang memungkinkan pengguna menonton ulang video Reels yang pernah mereka lihat sebelumnya.
Fitur ini menjadi jawaban atas salah satu keluhan paling umum pengguna Instagram kesulitan mencari kembali Reels yang sempat lewat di beranda.
Melalui pembaruan ini, pengguna dapat dengan mudah menemukan kembali video Reels yang sempat mereka tonton namun tidak disimpan—misalnya ketika tiba-tiba menerima telepon, menutup aplikasi tanpa sengaja, atau sekadar terdistraksi oleh notifikasi lain.
“Kalian pernah mencoba mencari kembali Reels yang pernah dilihat di Instagram tapi tidak bisa menemukannya? Sekarang ada fitur baru yang bisa membantu,” ujar Adam Mosseri, Kepala Instagram, dikutip Holopis.com dari TechCrunch, Senin (27/10/2025).
Untuk mengaksesnya, Sobat Holopis cukup membuka Profile → Settings → Your Activity → Watch History.
Di sana, riwayat tontonan akan disusun berdasarkan tanggal—baik dalam rentang seminggu terakhir, sebulan terakhir, maupun periode yang bisa disesuaikan pengguna. Tak hanya itu, pengguna juga bisa menghapus video tertentu dari daftar tontonan kapan pun mereka mau.
Mosseri menambahkan, fitur Watch History ini menawarkan fleksibilitas yang lebih baik dibanding TikTok, karena pengguna dapat mengurutkan Reels secara kronologis atau berdasarkan kreator kontennya.
Fitur ini disebut sebagai salah satu yang paling banyak diminta pengguna sejak Reels pertama kali diluncurkan sebagai pesaing TikTok.
Sebelumnya, sebagian pengguna bahkan harus mengunduh seluruh data akun mereka untuk menemukan kembali video yang hilang dari beranda proses yang rumit dan memakan waktu. Kini, semuanya bisa dilakukan hanya dengan beberapa ketukan jari.
Tak berhenti di situ, Instagram juga terus memperkaya pengalaman menonton Reels. Dalam beberapa minggu terakhir, platform milik Meta ini menghadirkan fitur “series” untuk menghubungkan beberapa Reels dalam satu rangkaian cerita, serta mode Picture-in-Picture (PiP) yang memungkinkan pengguna menonton video sambil membuka aplikasi lain.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Meta untuk menyamai, bahkan melampaui fitur-fitur unggulan TikTok, dalam upaya mempertahankan dominasi Instagram sebagai platform visual terpopuler di dunia.

