HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia di Kabinet Merah Putih, Fadli Zon menegaskan bahwa pengusulan nama presiden ke-2 RI Soeharto sebagai Pahlawan Nasional bukan keputusan sepihak, melainkan hasil proses panjang yang dimulai dari tingkat daerah hingga ke pemerintah pusat.
Ia juga membantah adanya polemik atau tekanan politik di lapangan. Hal ini disampaikan Fadli Zon untuk merespons kegaduhan tentang usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto yang menuai beragam tanggapan publik. Di mana sebagian kalangan menilai langkah itu berpotensi menimbulkan kontroversi karena dinilai dapat mencederai semangat reformasi.
Namun demikian, Fadli menegaskan jika pemerintah akan tetap memastikan semua proses pengajuan tersebut tetap berjalan sesuai dengan mekanisme resmi yang berlaku.
“Tidak ada polemik, ya. Pengajuan sudah melalui prosedur berjenjang, mulai dari kabupaten atau kota, kemudian ke provinsi Jawa Tengah, lalu dikaji oleh universitas, dan diteruskan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial. Setelah itu akan dibahas di Dewan Gelar sebelum diajukan ke Presiden,” jelas Fadli Zon akhir pekan kemarin.
Dalam kesempatan itu, Fadli Zon juga menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 49 tokoh yang diusulkan untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Jumlah tersebut termasuk sembilan nama yang sebelumnya sudah diusulkan namun belum mendapat penetapan tahun lalu.
“Total ada 49 nama yang diajukan tahun ini. Semua prosesnya berjalan sesuai aturan dan akan segera diajukan ke Presiden sebelum peringatan Hari Pahlawan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon di sela kunjungan kerjanya bersama Wali Kota Bogor Dedie Rachim ke Situs Prasasti Batu Tulis, Kecamatan Bogor Selatan. Kunjungan ini terkait dengan rencana revitalisasi situs bersejarah oleh Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya nasional.
Revitalisasi Situs Prasasti Batu Tulis disebut sebagai langkah penting untuk memperkuat kesadaran sejarah di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat penetapan gelar pahlawan yang dilakukan setiap tahun.

