HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) terus dilakukan PT Jasamarga Transjawa Tol atau JTT. Upaya itu dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur sekaligus kenyamanan pengguna jalan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat,” kata Senior Manager Representative Office 1 PT JTT, Amri Sanusi dikutip Holopis.com pada Minggu, (26/10/2025).
Amri menjelaskan pekerjaan pemeliharaan rutin itu dilakukan di beberapa titik Ruas Tol Jakarta-Cikampek. Salah satunya area Off Ramp Gerbang Tol Cikampek di lajur 2 arah Cikampek. Pengerjaan itu sudah dimulai sejak Jumat (24/10) pukul 23.00 WIB hingga Selasa (28/10) pukul 09.00 WIB.
Lalu, lokasi perbaikan juga dilakukan di Jembatan Sungai Citarum, Km 01+517 Karawang Timur jalur Ramp arah Cikampek. Proses perbaikan itu dilakukan sejak Jumat (24/10) pukul 19.00 WIB. Pengerjaannya diproyeksikan rampung pada Jumat (31/10) pukul 10.00 WIB.
Selanjutnya, On Ramp Cikunir pada lajur 2 arah Cikampek yang sudah dikerjakan mulai Sabtu kemarin sejak pukul 13.00 WIB. Pengerjaan itu akan dilakukan sampai Senin besok, pukul 05.00 WIB.
Kemudian, perbaikan juga dilakukan di titik Km 34+879 hingga Km 34+631 lajur 1 dan 2 arah Jakarta pada Sabtu (25/10) pukul 09.00 WIB. Perbaikan itu dijadwalkan rampung pada Rabu (29/10) pukul 21.00 WIB.
Begitu juga perbaikan dilakukan di titik Km 26+120 hingga Km 25+970 lajur 2 arah Jakarta yang mulai berlaku Senin (27/10) hingga Minggu (2/11).
Amri menyampaikan tak ada penutupan jalan selama pekerjaan berlangsung.
“Operasional Tol Jakarta-Cikampek tetap normal di kedua arah baik arah Jakarta maupun arah Cikampek,” tutur Amri.
Adapun VP Corporate Secretary & Legal PT. JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan perusahaan sudah menyiapkan langkah antisipatif sebagai upaya menjaga kelancaran lalu lintas. Kata dia, Langkah antisipatif itu dilakukan selama periode pekerjaan berlangsung dengan menempatkan petugas siaga serta mempersempit area kerja.
“Kami juga menyiapkan skema contraflow bila diperlukan, serta berkoordinasi dengan Kepolisian Patroli Jalan Raya agar arus kendaraan tetap lancar dan aman,” jelas Amri.


