HOLOPIS.COM, BEKASI – Bagi Rifki Nurwan Aziz, pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang sempat melanjutkan studi ke Australia ini memilih kembali ke Indonesia untuk mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi) sekolah berasrama gratis yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.
“Program dari Pak Presiden ini luar biasa. Tujuannya jelas, memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan. Saya ingin menjadi bagian dari perjuangan itu membangkitkan semangat anak-anak agar percaya diri dan bisa meraih masa depan,” ujar Rifki saat ditemui di Kompleks Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi yang dikutip Holopis.com, Minggu (26/10/2025).
Lebih dari tiga bulan mengajar, Rifki menyaksikan perubahan besar pada siswanya mayoritas anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. “Awalnya mereka pemalu dan tertutup, tapi sekarang sudah berani tampil dan bertanya. Mereka punya semangat baru,” tutur Rifki, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SRMA 13 Bekasi.
Ia menjelaskan, kini para siswa mulai menunjukkan bakat masing-masing. Ada yang aktif di paduan suara, paskibra, hingga pencak silat. Bahkan, kelompok paduan suara SRMA 13 sempat tampil di Istana Negara pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Salah satu siswa yang menginspirasi Rifki adalah Jumaroh, anak pemulung dari Bantar Gebang yang bercita-cita menjadi ahli biologi. “Dia ingin kuliah di IPB supaya bisa membuat Bantar Gebang lebih bersih dan wangi. Kata dia, ‘Saya ingin sekolah tinggi supaya bisa memperbaikinya,’” ucap Rifki dengan mata berkaca-kaca.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat adalah wujud nyata pemerataan pendidikan. “Ekonomi bukan lagi halangan untuk bermimpi,” tegasnya.
“Terima kasih, Pak Presiden Prabowo,” tutup Rifki. “Program ini membuktikan bahwa pendidikan bisa mengubah masa depan dan memutus rantai kemiskinan.”

