HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa antara Indonesia dan Brazil masih berkomitmen untuk mengupayakan terwujudnya perdamaian dunia. Hal ini terkait dengan konflik di Timur Tengah khususnya di Gaza Palestina, dan juga yang terjadi di Ukraina.
“Politik internasional kita saling mendukung, sikap kita sama di masalah Palestina sama, di masalah Ukraina,” kata Prabowo saat jumpa pers di Istana Negara Jakarta mendampingi Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, Kamis (23/10/2025).
Karena baik Indonesia dan Brazil ingin semua perang antar negara dihentikan, gencatan senjata dilakukan secepat mungkin, kemudian semua negara bisa bekerja sama dalam upaya membangun peradaban yang baik lintas negara.
“Kita ingin gencatan senjata cepat, kita ingin perdamaian real menuju ke solusi politik yaitu solusi dua negara,” ujarnya.
Orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut mengaku sangat gembira atas kunjungan bilateral yang dilakukan Presiden Brazil Lula. Apalagi ia memandang bahwa kunjungan ini merupakan lawatan balasan karena sebelumnya ia pun berkunjung ke Kota Brasilia bertemu dengan sahabatnya itu.
“Dua bulan yang lalu saya melakukan kunjungan kenegaraan di Brazilia pada tanggal 9 Juli 2025. Kita telah melaksanakan pertemuan yang intensif dan produktif,” tutur Prabowo.
Dalam agenda pertemuan itu, baik Indonesia dan Brazil berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama antar kedua negara dalam berbagai bidang. Baik di bidang pertanian, pertahanan, teknologi informasi, riset, pertanian, dan sebagainya.
Di sektor yang berkaitan dengan peningkatan nilai ekonomi, Presiden Prabowo Subianto pun menyebut nilai kerja sama yang baru saja ditandatangani oleh kedua belah pihak cukup besar, yakni USD 5 Miliar atau sekitar Rp83,2 Triliun.
“Hari ini kita menyaksikan kerja sama ekonomi yang signifikan. Yang nilainya potensinya itu sampai lebih dari 5 Miliar dollar yang kita tanda tangani itu,” terangnya.


