Profil Sanae Takaichi, Perdana Menteri Perempuan Pertama di Jepang

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Dalam sejarah panjang politik Jepang yang dikenal sangat konservatif dan didominasi oleh laki-laki, kemunculan Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri perempuan pertama pada tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Negeri Sakura tersebut.

Sosoknya tidak hanya mencuri perhatian karena gendernya, tetapi juga karena pandangan politiknya yang tegas dan reputasinya sebagai salah satu politisi paling berpengaruh dalam Partai Demokrat Liberal (LDP).

Biodata

    • Nama: Sanae Takaichi
    • Tanggal Lahir: 7 Maret 1961 (usia 64 tahun)
    • Tempat Lahir: Yamatokōriyama, Prefektur Nara, Jepang
    • Kewarganegaraan: Jepang
    • Pendidikan: Lulusan Universitas Kobe
    • Jabatan: Perdana Menteri Jepang (sejak 2025), Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP)
    • Karier Politik: Anggota DPR Jepang (1993–2003, 2005–sekarang)

Latar Belakang dan Awal Karier

Sanae Takaichi lahir dan dibesarkan di Prefektur Nara. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Kobe, ia sempat bekerja sebagai penulis, pembawa acara, dan asisten legislatif sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Perjalanannya di ranah politik dimulai dengan pencalonan sebagai independen dalam pemilihan umum tahun 1993, di mana ia berhasil memenangkan kursi di Dewan Perwakilan Jepang.

Tiga tahun kemudian, pada 1996, Takaichi resmi bergabung dengan Partai Demokrat Liberal (LDP), partai konservatif yang telah mendominasi politik Jepang selama beberapa dekade. Langkah ini menjadi awal dari hubungan politiknya yang panjang dengan mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe, yang kemudian menjadi mentornya.

Perjalanan Karier Politik

Sebagai salah satu tokoh perempuan yang menonjol di dalam LDP, Takaichi perlahan membangun reputasi kuat dengan memegang berbagai jabatan penting. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi selama masa pemerintahan Shinzo Abe, di mana ia dikenal mendorong modernisasi sistem komunikasi publik dan memperkuat regulasi penyiaran nasional.

Pada masa pemerintahan Fumio Kishida, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Keamanan Ekonomi dari 2022 hingga 2024. Dalam perannya ini, Takaichi menaruh perhatian besar pada keamanan rantai pasok teknologi dan hubungan strategis Jepang dengan Amerika Serikat serta Taiwan.

Takaichi sempat dua kali gagal dalam pemilihan ketua LDP, yakni pada tahun 2021 dan 2024, sebelum akhirnya berhasil memenangkan kepemimpinan partai pada tahun 2025 setelah mengalahkan Shinjirō Koizumi dalam dua putaran pemungutan suara. Dengan kemenangan tersebut, ia secara otomatis menjadi Perdana Menteri Jepang dan menandai babak baru dalam sejarah politik negaranya sebagai perempuan pertama yang memegang posisi tertinggi di pemerintahan Jepang.

Pandangan Politik dan Kebijakan

Sanae Takaichi dikenal luas sebagai figur berhaluan konservatif kuat. Ia mendukung kelanjutan kebijakan ekonomi 'Abenomics' dan berpendapat bahwa pemerintah harus berperan aktif dalam memacu pertumbuhan ekonomi melalui belanja publik yang terarah.

Dalam isu sosial, Takaichi mempertahankan pandangan tradisional. Ia menolak pengesahan pernikahan sesama jenis, tidak mendukung penggunaan nama keluarga terpisah bagi pasangan menikah, serta menolak ide pewarisan takhta Kekaisaran Jepang kepada perempuan.

Oleh : Darin Brenda Iskarina
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.