HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Haidar Alwi Institut, Haidar Alwi, menegaskan bahwa Polri harus tetap independen sehingga patut untuk terus di bawah komando langsung Presiden sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan.
“Kita akan mengkonsolidasikan bahwa independensi Polri harus tetap di bawah Presiden. Kebetulan hari ini juga satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran dan ulang tahun Bapak Presiden. Kita berharap beliau memimpin rakyat dengan bijaksana agar Indonesia makmur dan maju,” kata Haidar saat menghadiri perayaan Milad Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto yang ke 74 tahun, Senin (20/10/2025).
Acara tersebut diselenggarakan di Jakarta International Velodrome, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Selain perayaan HUT ke 74 tahun Prabowo Subianto, acara tersebut pun dilakukan juga dalam rangka untuk merayakan satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah sekaligus khidmat. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah mengikuti acara bertajuk “Konsolidasi Akbar: Menjaga Independensi Polri Tetap di Bawah Presiden”.
Sekitar 5.000 peserta memenuhi Velodrome sejak sore. Acara diawali doa lintas agama untuk kesehatan dan panjang umur Presiden Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, direktur HAI, Sandri Rumanama, mengatakan masyarakat yang hadir adalah mereka yang ingin menjaga keutuhan bangsa dan menolak adanya upaya membenturkan Presiden dengan Polri.
“Yang hadir hari ini adalah masyarakat yang mencintai Indonesia. Mereka tidak ingin Presiden dan Polri dibenturkan. Suara mereka jelas, independensi Polri harus tetap di bawah Presiden,” tegas Sandri.
Dalam acara tersebut juga hadir sejumlah tokoh nasional, di antaranya Prof. (Ris) Dr. Hermawan Sulistyo (Penasehat Ahli Kapolri), Sugeng Teguh Santoso (Ketua Indonesia Police Watch), dan pengamat politik Bony Hargens.
Sugeng Teguh Santoso menegaskan bahwa posisi Polri sebagai lembaga independen adalah hasil perjuangan reformasi 1998 dan tidak boleh diganggu.
“Kita harus melihat historis bahwa Polri adalah anak kandung reformasi. Kalau sekarang ada wacana menempatkan Polri di bawah kementerian, itu sama saja mengkhianati amanat reformasi. Saya percaya Presiden Prabowo akan menjaga Polri tetap profesional dan independen,” ujarnya.


