HOLOPIS.COM, TANGERANG – Bukan hanya soal ekspor produk, pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 kali ini terasa lebih manis dan beraroma pariwisata. Pasalnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendirikan sebuah ruang kolaborasi ajaib yang diisi oleh 10 mitra co-branding Wonderful Indonesia, mulai dari pembuat cokelat premium hingga perancang kacamata unik.
Bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, booth Wonderful Indonesia yang hadir di ajang B2B terbesar ini menjadi etalase unik yang menyatukan sektor pariwisata dan industri kreatif.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa partisipasi ini adalah upaya strategis untuk “menjodohkan” program Co-branding Wonderful Indonesia dengan beragam sektor industri.
“Bayangkan, di satu booth Anda bisa menemukan cokelat dari Pipiltin Cocoa, kacamata gaya dari HSF Eyewear, jam tangan eksklusif dari Maja Watch, hingga produk rumah tangga dari homLiv. Ini bukan sekadar pameran, ini adalah bukti bahwa pariwisata Indonesia bisa diicip, dipakai, dan dibawa pulang dalam bentuk produk yang keren,” ujar Made.
Daftar 10 mitra yang berpartisipasi ini mencerminkan keberagaman industri kreatif seperti Pramana Craft, HSF Eyewear, Atourin (platform digital perjalanan), Pipiltin Cocoa, homLiv, Rumah Atsiri (minyak atsiri), Maja Watch, Alamii, PALA Nusantara, dan White Horse.
Made menambahkan, kolaborasi lintas sektor ini menjadi amunisi untuk memperkuat ekosistem pariwisata, apalagi setelah mencatat lonjakan positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara telah menembus angka 10,04 juta hingga Agustus 2025.
“Angka 10,04 juta wisman ini menunjukkan bahwa Indonesia itu lagi naik daun. Lewat TEI 2025, kami tidak hanya menjual destinasi, kami juga menjual gaya hidup dan kualitas produk Indonesia yang siap bersaing global,” tambah Made.
Sementara itu, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Firnandi Gufron, meyakinkan bahwa setiap kolaborasi di booth ini dirancang untuk menciptakan peluang bisnis yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Tujuannya sederhana yaitu memperluas jangkauan merek Indonesia, memperkuat nilai brand, dan menjadikan Indonesia semakin diakui sebagai destinasi pariwisata unggulan di mata dunia.


